Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Yohanes 8

Kitab

Perempuan yang Dibawa kepada Yesus

Para penuduh seorang perempuan yang kedapatan berzinah melepaskan batu mereka satu per satu, dan Yesus tidak menghukumnya. Lalu perdebatan itu berubah kejam: Ia mengatakan apa yang dilihat-Nya bersama Bapa-Nya, mereka mengaku Abraham, dan Akulah yang diucapkan-Nya membuat mereka meraih batu.

Pasal 8.

Tetapi Yesus pergi ke Bukit Zaitun.

Pagi-pagi benar Ia datang lagi ke Bait Allah; seluruh rakyat datang kepada-Nya, lalu Ia duduk dan mengajar mereka. Para ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah, dan menempatkannya di tengah-tengah. Kata mereka kepada-Nya, “Guru, perempuan ini kedapatan sedang berbuat zinah. Di dalam Hukum Taurat, Musa memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian dengan batu. Jadi, apa kata-Mu?” Mereka mengatakan hal ini untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh alasan untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya.

Ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, “Siapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk lagi dan menulis di tanah.

Mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua, sampai tinggal Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap berdiri di situ.

Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang pun yang menghukum engkau?”

Jawabnya, “Tidak ada, Tuhan.” Kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai dari sekarang jangan berbuat dosa lagi.”

Akulah Terang Dunia

Yesus berkata pula kepada mereka, “Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Maka kata orang Farisi kepada-Nya, “Engkau bersaksi tentang diri-Mu sendiri; kesaksian-Mu itu tidak benar.”

Jawab Yesus, “Sekalipun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi; tetapi kamu tidak tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Kamu menghakimi menurut ukuran manusia; Aku tidak menghakimi seorang pun. Dan sekalipun Aku menghakimi, penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak menghakimi seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Sang Bapa, yang mengutus Aku. Dan di dalam Hukum Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah benar. Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan Sang Bapa, yang mengutus Aku, Ia pun bersaksi tentang Aku.”

Maka kata mereka kepada-Nya, “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus, “Baik Aku maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.”

Semuanya ini dikatakan Yesus ketika Ia mengajar di dalam Bait Allah, dekat perbendaharaan; dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Maka Ia berkata pula kepada mereka, “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku, tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, kamu tidak dapat datang.”

Dari Bawah, dari Atas

Maka kata orang-orang Yahudi itu, “Apakah Ia mau bunuh diri, karena Ia berkata: ‘Ke tempat Aku pergi, kamu tidak dapat datang’?”

Lalu Ia berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku berasal dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa AKU ADA, kamu akan mati dalam dosamu.” a a v24 Yesus menyatakan diri dengan nama ilahi. “AKU ADA” adalah cara Bapa kita memperkenalkan diri-Nya kepada Musa di semak duri yang menyala (Keluaran 3:14). Orang banyak memahami pernyataan itu kemudian di dalam pasal ini dan berusaha melempari-Nya dengan batu karena penghujatan (ay. 59).

Maka kata mereka kepada-Nya, “Siapakah Engkau sebenarnya?” Kata Yesus kepada mereka, “Tetap seperti yang sejak semula Kukatakan kepadamu.

Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Ia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”

Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Sang Bapa.

Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa AKU ADA, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku mengatakan hal-hal ini seperti yang diajarkan Sang Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Tinggal dalam Firman-Ku

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Maka kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Jawab mereka kepada-Nya, “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata, ‘Kamu akan menjadi merdeka’?”

Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang terus berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah untuk selama-lamanya; anak tetap tinggal untuk selama-lamanya. Jadi apabila Sang Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku, karena firman-Ku tidak mendapat tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa-Ku, itulah yang Kukatakan, dan kamu pun melakukan apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Jawab mereka kepada-Nya, “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan sekarang ialah berusaha membunuh Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Bapa-Ku. Abraham tidak berbuat yang demikian. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Kami mempunyai satu Bapa, yaitu Allah sendiri.”

Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menerima firman-Ku. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginannya. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata menurut tabiatnya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. b b v44 Yesus menyingkapkan dusta yang mendasar di Taman Eden dengan menyebut namanya. Ular yang berkata kepada Hawa bahwa Bapa kita menahan sesuatu yang baik dari padanya — ular yang telah menolak Sang Bapa sendiri — adalah pendusta yang mula-mula, bapa segala dusta yang melukiskan Bapa kita seolah-olah jauh. Mereka yang menolak Sang Anak memiliki bapa itu, bukan Abraham, bukan Allah. Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Barangsiapa berasal dari Bapa kita, ia mendengarkan firman-Nya; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Bapa kita.”

Orang-orang Yahudi menjawab Yesus, “Bukankah benar kata kami, bahwa Engkau seorang Samaria dan kerasukan setan?”

Jawab Yesus, “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi diri-Ku sendiri; Bapa kita yang mencarinya, dan Dialah yang menghakimi. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Abraham telah mati dan demikian juga para nabi, namun Engkau berkata, ‘Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengecap maut sampai selama-lamanya.’ Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Abraham, yang telah mati? Para nabi pun telah mati. Dengan siapakah Engkau menyamakan diri-Mu?”

Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata, ‘Dia adalah Allah kami,’ padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jikalau Aku berkata, bahwa Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya, “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, AKU ADA.” c c v58 “AKU ADA” menggemakan nama Allah kepada Musa (Keluaran 3:14) — suatu pernyataan bahwa Ia adalah Allah, itulah sebabnya mereka mengambil batu.

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menyembunyikan diri lalu keluar meninggalkan Bait Allah.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.