Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Kejadian 38

Kitab

Yehuda Menyimpang

Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan kehilangan dua anak laki-laki yang dimatikan Bapa kita, lalu membiarkan menantunya yang janda itu terkatung-katung. Tamar menyelubungi dirinya, mengambil barang jaminan Yehuda sebagai pembayaran, dan menunjukkannya ketika Yehuda memerintahkan agar ia dibakar. Yehuda mengaku bahwa perempuan itu lebih benar daripada dia.

Pasal 38.

Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan pergi kepada seorang laki-laki dari Adulam yang bernama Hira. Di sana Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan yang bernama Syua. Ia mengambil perempuan itu menjadi isterinya dan menghampirinya. Perempuan itu mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Yehuda menamainya Er. Perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki, lalu ia menamainya Onan. Ia melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi dan menamainya Syela; ia sedang berada di Kezib ketika melahirkannya. Lalu Yehuda mengambil seorang isteri bagi Er, anak sulungnya; namanya Tamar. Tetapi Er, anak sulung Yehuda, adalah jahat di hadapan Bapa kita, sehingga Bapa kita membunuhnya. Kemudian Yehuda berkata kepada Onan, “Hampirilah isteri saudaramu itu dan lakukanlah kewajibanmu sebagai ipar terhadapnya, dan bangkitkanlah keturunan bagi saudaramu.” a a v8 Menurut adat kuno, seorang laki-laki yang saudaranya meninggal tanpa anak wajib memberikan keturunan kepada janda itu untuk melanjutkan nama saudaranya — kewajiban yang ditolak Onan. Tetapi Onan tahu bahwa keturunan itu tidak akan menjadi miliknya, maka setiap kali ia menghampiri isteri saudaranya, ia membiarkan benihnya tumpah ke tanah, supaya ia tidak memberikan keturunan kepada saudaranya. Apa yang dilakukannya itu jahat di mata Bapa kita, sehingga Ia membunuhnya juga. Lalu Yehuda berkata kepada Tamar, menantunya, “Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu sampai Syela, anakku, menjadi dewasa”—sebab pikirnya, “Jangan-jangan ia pun mati seperti saudara-saudaranya.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.

Setelah beberapa lama, matilah isteri Yehuda, anak perempuan Syua itu. Ketika Yehuda sudah dihibur, pergilah ia ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama Hira, sahabatnya, orang Adulam itu. Lalu diberitahukanlah kepada Tamar, “Ayah mertuamu sedang pergi ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya.” Maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia menudungi mukanya dengan kerudung dan berselubung, lalu duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna—sebab dilihatnya bahwa Syela telah menjadi dewasa, tetapi ia tidak juga diberikan kepadanya menjadi isterinya. Ketika Yehuda melihat perempuan itu, disangkanya ia seorang perempuan sundal, karena ia menudungi mukanya. Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan itu di tepi jalan serta berkata, “Marilah, biarlah aku menghampiri engkau”—sebab ia tidak tahu bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu, “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”

Jawabnya, “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kawananku.” Kata perempuan itu, “Maukah engkau memberikan tanggungan sampai engkau mengirimkannya?”

Tanya Yehuda, “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu, “Meterai cap dengan talinya dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, dan ia menghampirinya, maka perempuan itu mengandung dari padanya.

Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannyalah kerudungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya. Adapun Yehuda mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungan itu dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi. Ia bertanya kepada orang-orang di tempat itu, “Di manakah perempuan sundal bakti yang duduk di tepi jalan di Enaim itu?” Jawab mereka, “Tidak ada di sini perempuan sundal bakti.”

Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata, “Aku tidak menjumpainya, dan orang-orang di tempat itu pun berkata: Tidak ada di sini perempuan sundal bakti.” Lalu berkatalah Yehuda, “Biarlah barang-barang itu ditahannya, supaya kita jangan menjadi buah tertawaan orang. Sungguh aku telah mengirimkan anak kambing ini, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.”

Sesudah kira-kira tiga bulan, diberitahukanlah kepada Yehuda, “Tamar, menantumu, telah bersundal, bahkan ia telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata Yehuda, “Bawalah perempuan itu keluar, supaya dibakar!”

Ketika perempuan itu dibawa keluar, disuruhnyalah orang mengatakan kepada ayah mertuanya, “Aku mengandung dari laki-laki yang empunya barang-barang ini.” Katanya lagi, “Perhatikanlah, siapa yang empunya meterai cap serta tali dan tongkat ini.”

Yehuda mengenali barang-barang itu serta berkata, “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, sebab memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak lagi menghampiri perempuan itu.

Pada waktu perempuan itu hendak melahirkan, ternyata ada anak kembar dalam kandungannya. Dan ketika ia melahirkan, seorang dari anak itu mengeluarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan itu dan diikatnya dengan benang kirmizi seraya berkata, “Inilah yang lebih dahulu keluar.” Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya, dan berkatalah perempuan itu, “Alangkah hebatnya perlobaan yang kaulakukan untuk dirimu!” Maka anak yang keluar itu dinamai Peres. b b v29 Peres — yang namanya berarti ‘perlobaan’ atau ‘terobosan’ — menjadi nenek moyang Raja Daud, dan melalui Daud, nenek moyang Yesus (Matius 1:3; Rut 4:18-22). Bapa kita menenun garis keturunan Anak-Nya melalui pasal yang paling tak terduga, menghormati kesetiaan Tamar dan memulai silsilah yang berakhir di palungan. Sesudah itu keluarlah saudaranya yang tangannya telah terikat benang kirmizi itu, lalu ia dinamai Zerah. c c v30 Nama Zerah dihubungkan dengan “cahaya” atau “terbitnya fajar.”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.