Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

2 Raja-Raja 9

Kitab

Bapa kita Mengurapi Yehu sebagai Raja

Pasal 9.

Nabi Elisa memanggil salah seorang dari rombongan nabi, katanya, “Ikatkanlah jubahmu pada pinggangmu, ambillah buli-buli berisi minyak ini, dan pergilah ke Ramot-Gilead. Setelah engkau tiba, carilah Yehu bin Yosafat bin Nimsi. Masuklah, ajaklah ia bangkit meninggalkan teman-temannya, dan bawalah ia ke sebuah kamar dalam.

Kemudian ambillah buli-buli minyak itu, tuangkanlah ke atas kepalanya, dan katakanlah, ‘Beginilah firman Bapa kita: Aku mengurapi engkau menjadi raja atas Israel.’ Sesudah itu bukalah pintu dan larilah, jangan berlambat-lambat.”

Maka pergilah orang muda itu, hamba nabi itu, ke Ramot-Gilead. Setibanya ia di sana, para panglima tentara sedang duduk bersama. Katanya, “Ada pesan untukmu, panglima.” Yehu bertanya, “Untuk siapa di antara kami?” Jawabnya, “Untukmu, panglima.”

Lalu bangkitlah Yehu dan masuk ke dalam rumah. Orang muda itu menuangkan minyak ke atas kepalanya sambil berkata, “Beginilah firman Bapa kita, Allah Israel: ‘Aku mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Ku, atas Israel. Engkau harus membunuh keluarga Ahab, tuanmu, supaya Aku membalaskan kepada Izebel darah hamba-hamba-Ku, para nabi, dan darah semua orang yang melayani Aku. Seluruh keluarga Ahab akan binasa. Aku akan melenyapkan setiap laki-laki dari keluarga Ahab di Israel, baik hamba maupun orang merdeka. Aku akan membuat keluarga Ahab seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia. Adapun Izebel, ia akan dimakan anjing di kebun di Yizreel, dan tidak ada seorang pun yang menguburkannya.’ ” Kemudian ia membuka pintu dan melarikan diri.

Ketika Yehu keluar mendapatkan para pegawai tuannya, seorang bertanya kepadanya, “Semuanya baik-baik saja? Mengapa orang gila itu datang kepadamu?” Jawabnya, “Kamu sendiri mengenal orang itu dan omongannya.”

Tetapi mereka berkata, “Itu dusta! Beritahukanlah kepada kami.” Lalu katanya, “Beginilah yang dikatakannya kepadaku: ‘Beginilah firman Bapa kita: Aku mengurapi engkau menjadi raja atas Israel.’”

Maka segeralah mereka masing-masing mengambil jubahnya dan membentangkannya di bawah Yehu pada tangga yang terjal itu. Mereka meniup sangkakala serta berseru, “Yehu raja!”

Yehu Membunuh Yoram dan Ahazia

Demikianlah Yehu bin Yosafat bin Nimsi mengadakan persepakatan melawan Yoram. Adapun Yoram bersama seluruh Israel sedang mempertahankan Ramot-Gilead terhadap Hazael, raja Aram, tetapi Raja Yoram telah pulang ke Yizreel untuk menyembuhkan luka-luka yang ditimbulkan orang Aram atasnya ketika ia berperang melawan Hazael, raja Aram. Maka berkatalah Yehu, “Jika kamu setuju, janganlah biarkan seorang pun lolos dari kota untuk mengabarkannya ke Yizreel.” Lalu Yehu naik ke keretanya dan pergi ke Yizreel, karena Yoram terbaring di sana. Ahazia, raja Yehuda, juga telah datang menjenguknya. Ketika pengawal di atas menara di Yizreel melihat pasukan Yehu datang, berserulah ia, “Aku melihat serombongan orang.” Kata Yoram, “Ambillah seorang penunggang kuda, suruhlah ia menyongsong mereka dan bertanya, ‘Apakah ada damai?’”

Maka pergilah penunggang kuda itu menyongsong Yehu, katanya, “Beginilah pertanyaan raja, ‘Apakah ada damai?’” Jawab Yehu, “Apa urusanmu dengan damai? Baliklah, ikutlah di belakangku.” Lalu pengawal itu memberitahukan, “Suruhan itu sudah sampai kepada mereka, tetapi ia tidak kembali.”

Kemudian raja menyuruh penunggang kuda yang kedua. Setibanya ia pada mereka, katanya, “Beginilah pertanyaan raja, apakah ada damai?” Jawab Yehu, “Apa urusanmu dengan damai? Baliklah, ikutlah di belakangku.”

Lalu pengawal itu memberitahukan, “Ia sudah sampai kepada mereka, tetapi ia tidak kembali. Cara memacunya seperti cara Yehu bin Nimsi memacu—ia memacu seperti orang gila.”

Kata Yoram, “Pasanglah kudaku pada kereta!” Setelah keretanya dipasang, keluarlah Yoram, raja Israel, dan Ahazia, raja Yehuda, masing-masing dengan keretanya untuk menyongsong Yehu. Mereka bertemu dengan dia di ladang Nabot, orang Yizreel itu.

Ketika Yoram melihat Yehu, bertanyalah ia, “Apakah ada damai, Yehu?” Tetapi jawabnya, “Bagaimana ada damai, selama persundalan dan sihir ibumu, Izebel, yang tidak terhitung banyaknya itu masih berlangsung?”

Lalu Yoram memutar keretanya dan melarikan diri sambil berseru kepada Ahazia, “Ada pengkhianatan, Ahazia!”

Tetapi Yehu menarik busurnya dengan sepenuh tenaga dan memanah Yoram di antara kedua bahunya. Anak panah itu menembus jantungnya, sehingga ia rebah di dalam keretanya. Berkatalah Yehu kepada Bidkar, perwiranya, “Angkatlah dia dan campakkanlah ke ladang milik Nabot, orang Yizreel itu. Ingatlah, ketika aku dan engkau berkuda bersama-sama di belakang Ahab, ayahnya, Bapa kita menanggungkan ucapan ilahi ini atasnya:

‘Sesungguhnya, kemarin Aku telah melihat darah Nabot dan darah anak-anaknya, demikianlah firman Bapa kita, dan Aku akan membalasnya kepadamu di ladang ini juga.’ Maka sekarang angkatlah dia dan campakkanlah ke ladang itu, sesuai dengan firman Bapa kita.”

Ketika Ahazia, raja Yehuda, melihat hal itu, larilah ia ke arah jalan ke Bet-Hagan. Yehu mengejarnya sambil memerintahkan, “Panah dia juga!” Maka mereka memanahnya di dalam keretanya di pendakian ke Gur, dekat Yibleam, tetapi ia lolos ke Megido dan mati di sana. Para pegawainya mengangkut dia dengan kereta ke Yerusalem dan menguburkannya di dalam kuburnya bersama nenek moyangnya di kota Daud. (Dalam tahun kesebelas pemerintahan Yoram bin Ahab, Ahazia menjadi raja atas Yehuda.)

Firman Bapa kita Melawan Izebel

Lalu sampailah Yehu ke Yizreel. Ketika Izebel mendengarnya, ia mencalak matanya, menghiasi rambutnya, dan menjenguk dari jendela. Ketika Yehu masuk melalui pintu gerbang, bertanyalah Izebel, “Apakah ada damai, hai Zimri, pembunuh tuanmu?” a a v31 Izebel mengejek Yehu dengan menyebutnya “Zimri” — seorang perwira tentara yang membunuh rajanya untuk merebut takhta Israel, lalu mati dalam beberapa hari saja; dengan demikian ia mencap Yehu sebagai pengkhianat yang sudah pasti binasa.

Yehu menengadah ke jendela itu dan berseru, “Siapa yang memihak aku? Siapa?” Maka ada dua tiga orang sida-sida menjenguk ke arahnya.

Kata Yehu, “Campakkanlah dia ke bawah!” Maka mereka mencampakkan dia ke bawah, sehingga sebagian darahnya memercik ke tembok dan ke kuda-kuda ketika mereka menginjak-injaknya.

Sesudah itu masuklah Yehu, lalu makan dan minum. Kemudian katanya, “Uruslah perempuan terkutuk itu dan kuburkanlah dia, sebab bagaimanapun ia anak seorang raja.”

Tetapi ketika mereka pergi hendak menguburkannya, tidak ada yang mereka temukan selain tengkorak, kaki, dan kedua telapak tangannya.

Lalu mereka kembali dan memberitahukannya kepada Yehu. Katanya, “Inilah firman Bapa kita yang disampaikan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, Elia, orang Tisbe itu: ‘Di kebun di Yizreel anjing-anjing akan memakan daging Izebel. Mayat Izebel akan tergeletak seperti pupuk di ladang di Yizreel, sehingga tidak ada orang yang dapat berkata, “Inilah Izebel.”’”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.