Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Lukas 8

Kitab

Perempuan-perempuan yang Mengikut Yesus

Perempuan-perempuan yang membiayai pekerjaan itu disebut namanya. Sebuah perumpamaan tentang tanah menjelaskan mengapa firman Bapa kita tidak menghasilkan apa-apa pada sebagian orang. Ia meneduhkan badai, membebaskan seorang yang bernama Legion — yang tetangga-tetangganya justru meminta Dia pergi — lalu menyembuhkan seorang perempuan yang pendarahan dan membangkitkan anak perempuan Yairus.

Pasal 8.

Tidak lama kemudian, Ia berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa, memberitakan dan mewartakan kabar baik tentang Kerajaan Bapa kita. Kedua belas murid itu menyertai-Nya, dan beberapa perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat dan berbagai penyakit: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan, dan Yohana, istri Khuza, bendahara Herodes, dan Susana, serta banyak lagi yang lain. Mereka menyokong rombongan itu dengan harta milik mereka sendiri.

Ketika orang banyak berkerumun dan orang-orang dari setiap kota datang kepada-Nya, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:

“Seorang penabur keluar untuk menabur benihnya. Ketika ia menabur, ada sebagian benih yang jatuh di pinggir jalan, lalu terinjak-injak, dan burung-burung di udara memakannya. Sebagian lain jatuh di tanah berbatu, dan setelah tumbuh, ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak duri itu tumbuh bersama-sama dengannya lalu menghimpitnya. Dan sebagian lain jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan menghasilkan buah seratus kali lipat.” Sambil mengatakan hal ini, berserulah Ia, “Siapa yang bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya apa maksud perumpamaan itu.

Ia menjawab, “Kepadamu telah dikaruniakan untuk mengetahui rahasia-rahasia Kerajaan Bapa kita, tetapi kepada yang lain hal itu diberikan dalam perumpamaan, supaya ‘sekalipun memandang, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.’”

“Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Bapa kita. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang mendengar firman itu; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah berbatu itu ialah orang yang mendengar firman itu dan menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar; hanya sebentar saja mereka percaya, lalu murtad pada waktu pencobaan. Yang jatuh di tengah semak duri itu ialah orang yang mendengar firman itu, tetapi dalam perjalanan hidupnya mereka terhimpit oleh kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup, sehingga buahnya tidak pernah menjadi matang. Tetapi yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang yang mendengar firman itu dengan hati yang jujur dan baik, memeliharanya dengan teguh, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.”

Terang yang Tidak Dapat Disembunyikan

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, melainkan ia menaruhnya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan dibawa ke tempat terang. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar; sebab siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi lebih banyak lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa yang ia sangka ada padanya pun akan diambil dari padanya.”

Keluarga Bapa kita

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Lalu diberitahukan kepada-Nya, “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu berdiri di luar, ingin bertemu dengan Engkau.”

Tetapi Ia menjawab mereka, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengar firman Bapa kita dan melakukannya.”

Yesus Menenangkan Angin Ribut

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya naik ke dalam sebuah perahu. Ia berkata kepada mereka, “Marilah kita menyeberang ke seberang danau.” Lalu bertolaklah mereka.

Sementara mereka berlayar, tertidurlah Ia. Maka turunlah angin ribut ke danau itu; perahu mereka penuh dengan air, dan mereka berada dalam bahaya. Mereka membangunkan Dia, katanya, “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, menghardik angin dan air yang mengamuk itu; keduanya berhenti, lalu danau itu menjadi teduh. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Di manakah imanmu?” Dengan takut dan heran mereka berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan Dia ini? Bahkan angin dan air pun diperintah-Nya, dan semuanya taat kepada-Nya.”

Seorang yang Dibebaskan dari Legion

Lalu berlayarlah mereka ke daerah orang Gerasa, yang terletak di seberang Galilea. Ketika Yesus turun ke darat, datanglah seorang yang kerasukan setan dari kota itu menemui-Nya. Sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal di rumah, melainkan di antara pekuburan. Ketika ia melihat Yesus, berteriaklah ia lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara nyaring, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, janganlah menyiksa aku!” Sebab Yesus telah memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sudah sering roh itu menyerangnya; walaupun ia dijaga dan diikat dengan rantai dan belenggu, ia memutuskan ikatan itu, lalu ia digiring oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.

Yesus bertanya kepadanya, “Siapakah namamu?” Jawabnya, “Legion,” sebab banyak setan telah masuk ke dalam dirinya.

Lalu setan-setan itu memohon kepada-Nya supaya jangan diperintahkan pergi ke dalam jurang maut.

Di sana, di lereng bukit, ada sekawan besar babi sedang mencari makan. Setan-setan itu memohon kepada-Nya supaya diperbolehkan masuk ke dalam babi-babi itu, dan Ia mengizinkannya. Maka keluarlah setan-setan itu dari orang itu lalu masuk ke dalam babi-babi itu; dan kawanan babi itu terjun dari tebing curam ke dalam danau lalu mati lemas.

Ketika para penjaga babi melihat apa yang terjadi, larilah mereka lalu menceritakannya di kota dan di kampung-kampung. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Ketika mereka sampai kepada Yesus, mereka mendapati orang yang telah dibebaskan dari setan-setan itu duduk di kaki Yesus, sudah berpakaian dan sudah waras—maka takutlah mereka. Dan mereka yang telah melihatnya menceritakan kepada orang-orang itu bagaimana orang yang kerasukan setan itu telah disembuhkan. Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa itu meminta Yesus supaya Ia pergi dari antara mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke perahu lalu kembali. Orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu memohon supaya diperbolehkan menyertai Dia, tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya,

“Pulanglah ke rumahmu, dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Bapa kita bagimu.” Orang itu pun pergi, dan memberitakan ke seluruh kota segala sesuatu yang telah diperbuat Yesus baginya.

Disembuhkan dan Dibangkitkan oleh Iman

Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia, sebab mereka semua sedang menanti-nantikan Dia. Maka datanglah seorang yang bernama Yairus, seorang kepala rumah ibadat, lalu tersungkur di kaki Yesus dan memohon kepada-Nya supaya Ia datang ke rumahnya, karena anak perempuannya yang tunggal, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Ketika Yesus pergi ke situ, orang banyak berdesak-desakan mengelilingi-Nya. Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan; ia telah menghabiskan segala nafkahnya untuk berobat kepada tabib, tetapi tidak seorang pun dapat menyembuhkannya. Ia datang dari belakang lalu menjamah jumbai jubah Yesus, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.

Lalu kata Yesus, “Siapa yang menjamah Aku?” Ketika semua orang menyangkal, berkatalah Petrus, “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.”

Tetapi Yesus berkata, “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.”

Ketika perempuan itu melihat bahwa perbuatannya tidak dapat disembunyikan, datanglah ia dengan gemetar lalu tersungkur di hadapan Yesus, dan di depan semua orang ia menceritakan mengapa ia menjamah Dia dan bagaimana ia seketika itu juga menjadi sembuh.

Maka kata-Nya kepada perempuan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyembuhkan engkau; pergilah dengan sejahtera.”

Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari rumah kepala rumah ibadat itu dan berkata, “Anak perempuanmu sudah mati; janganlah engkau menyusahkan Guru lagi.”

Tetapi Yesus mendengarnya dan menjawab dia, “Jangan takut; percaya saja, maka anakmu akan diselamatkan.”

Setibanya di rumah itu, Ia tidak memperbolehkan seorang pun masuk bersama-Nya kecuali Petrus, Yohanes, Yakobus, dan ayah serta ibu anak itu.

Semua orang menangis dan meratapi anak itu, tetapi Yesus berkata, “Jangan menangis; ia tidak mati, hanya tidur.”

Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, “Hai anak, bangunlah!”

Maka kembalilah roh anak itu, dan seketika itu juga bangunlah ia. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. Kedua orang tua anak itu takjub, tetapi Yesus memesankan supaya mereka jangan menceritakan kepada siapa pun apa yang telah terjadi.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.