Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Matius 23

Kitab

Yesus Memperingatkan terhadap Guru-Guru Palsu

Tujuh kali Yesus mengatakan celaka kepada guru-guru yang membebani orang lain, membersihkan bagian luar cawan, dan memperindah makam nabi-nabi yang dibunuh nenek moyang mereka — padahal mereka hanya mempunyai satu Bapa, yaitu Dia yang di sorga. Semuanya berakhir dalam ratapan atas Yerusalem, kota yang menolak, rumah yang ditinggalkan sunyi.

Pasal 23.

Kemudian Yesus berbicara kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya,

kata-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi duduk di kursi Musa.

“Sebab itu lakukanlah dan turutilah segala sesuatu yang mereka katakan kepadamu, tetapi jangan lakukan seperti perbuatan mereka—mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban yang berat dan sukar dipikul, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menggerakkannya, sekalipun dengan sebuah jari. Segala perbuatan mereka lakukan supaya dilihat orang; mereka melebarkan tali sembahyang mereka dan memanjangkan jumbai-jumbai mereka, a a v5 Tali sembahyang: kotak-kotak kecil dari kulit yang berisi nas-nas Kitab Suci, yang diikatkan pada dahi dan lengan kiri selama berdoa. dan mereka suka tempat terhormat pada perjamuan dan tempat duduk yang paling depan di rumah-rumah ibadat, dan suka menerima penghormatan di pasar-pasar serta disebut ‘Rabi’ oleh orang. Kamu tidak boleh disebut ‘Rabi,’ karena kamu hanya mempunyai satu Guru, dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun di bumi ini bapamu, karena kamu mempunyai satu Bapa, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu membiarkan dirimu disebut ‘pemimpin,’ karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus. Yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Sebab kamu menutup pintu Kerajaan Bapa kita di depan orang. Kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. b b v13 Naskah-naskah yang tertua tidak memuat ayat 14 di sini; salinan-salinan yang lebih kemudian menambahkan: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Kamu menelan rumah janda-janda dan untuk mata orang kamu mengucapkan doa yang panjang. Sebab itu kamu akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajahi daratan untuk memenangkan satu orang pengikut, dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat daripada kamu sendiri.

Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta! Kamu berkata, ‘Bersumpah demi Bait Suci tidak berarti apa-apa, tetapi bersumpah demi emas Bait Suci mengikat orang pada sumpahnya.’ Hai kamu orang-orang bodoh dan buta! Manakah yang lebih besar: emas itu, atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Dan kamu berkata, ‘Bersumpah demi mezbah tidak berarti apa-apa, tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya mengikat orang pada sumpahnya.’ Hai kamu orang-orang buta! Manakah yang lebih besar: persembahan itu, atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan demi segala sesuatu yang ada di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan demi Dia yang diam di dalamnya. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Bapa kita dan demi Dia yang bersemayam di atasnya.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, adas manis, dan jintan, tetapi kamu mengabaikan hal-hal yang lebih penting dalam hukum Taurat, yaitu keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan. Yang satu harus kamu lakukan, tanpa mengabaikan yang lain. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan, tetapi unta kamu telan!

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Sebab kamu membersihkan bagian luar cawan dan pinggan, tetapi di bagian dalamnya penuh dengan keserakahan dan tidak mengenal diri. Hai orang Farisi yang buta! Bersihkanlah dahulu bagian dalam cawan dan pinggan itu, supaya bagian luarnya juga menjadi bersih.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang tampak indah dari luar, tetapi di dalamnya penuh dengan tulang belulang orang mati dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampak benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik! Sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan menghiasi tugu orang-orang benar, dan berkata, ‘Sekiranya kami hidup pada zaman nenek moyang kami, kami tidak ikut ambil bagian bersama-sama mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.’ Dengan demikian kamu bersaksi terhadap dirimu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan orang-orang yang membunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Sebab itu Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana, dan ahli-ahli Taurat—separuh dari mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, semuanya ini akan ditanggung oleh angkatan ini.

Yesus Menangisi Yerusalem

Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah, rumahmu ini ditinggalkan dan menjadi sunyi. Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga kamu berkata, ‘Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Bapa kita.’”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.