Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Hakim-Hakim 16

Kitab

Simson Membawa Pergi Pintu Gerbang Gaza

Simson mengangkut pintu gerbang Gaza, lalu mencintai Delila, yang dibayar untuk mencari tahu rahasianya. Setelah tiga kali berdusta, ia menceritakan seluruh isi hatinya, terbangun dengan kepala tercukur, dan tidak tahu bahwa Bapa kita telah meninggalkan dia. Buta di tempat penggilingan, rambutnya tumbuh kembali, dan ia meminta kekuatan sekali lagi.

Pasal 16.

Simson pergi ke Gaza, dan di sana ia melihat seorang perempuan sundal, lalu ia menghampiri perempuan itu. Ketika penduduk Gaza mendengar, “Simson telah datang ke sini,” mereka mengepung tempat itu dan menghadang dia sepanjang malam di pintu gerbang kota. Mereka tinggal diam sepanjang malam sambil berkata, “Pada waktu fajar kita akan membunuh dia.” Simson berbaring di sana sampai tengah malam. Pada tengah malam ia bangun, dipegangnya daun-daun pintu gerbang kota dan kedua tiangnya, dicabutnya bersama-sama palangnya, ditaruhnya di atas bahunya, lalu diangkatnya ke puncak bukit yang menghadap ke Hebron.

Sesudah itu jatuh cintalah ia kepada seorang perempuan di Lembah Sorek, yang bernama Delila. Datanglah para raja kota orang Filistin kepada perempuan itu dan berkata, “Bujuklah dia dan selidikilah di mana letak kekuatannya yang besar, dan bagaimana kami dapat mengalahkan serta mengikat dia untuk menundukkannya. Kami masing-masing akan memberikan kepadamu seribu seratus keping perak.”

Lalu berkatalah Delila kepada Simson, “Beritahukanlah kepadaku di mana letak kekuatanmu yang besar, dan bagaimana engkau dapat diikat dan ditundukkan.”

Simson menjawab, “Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain saja.”

Kemudian para raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, kepada perempuan itu, lalu diikatnyalah Simson dengan tali-tali itu. Adapun beberapa orang telah disuruhnya menghadang di kamar dalam. Lalu berkatalah perempuan itu kepadanya, “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Tetapi diputuskannya tali-tali busur itu seperti seutas benang rami yang putus apabila kena api. Demikianlah rahasia kekuatannya tidak diketahui.

Kemudian berkatalah Delila kepada Simson, “Engkau telah mempermainkan aku dan mengatakan dusta kepadaku. Sekarang beritahukanlah kepadaku bagaimana engkau dapat diikat.”

Jawabnya kepadanya, “Jika aku diikat erat-erat dengan tali-tali yang baru, yang belum pernah dipakai, aku akan menjadi lemah, seperti orang lain saja.”

Lalu Delila mengambil tali-tali yang baru dan mengikat dia dengan tali-tali itu, katanya, “Simson, orang Filistin menyergap engkau!” Sementara itu ada orang menghadang di kamar dalam. Tetapi diputuskannya tali-tali itu dari kedua lengannya seperti benang saja.

Kemudian berkatalah Delila kepada Simson, “Sampai sekarang engkau telah mempermainkan aku dan mengatakan dusta kepadaku. Beritahukanlah kepadaku bagaimana engkau dapat diikat.” Jawabnya kepadanya, “Jika ketujuh rambut jalinku kautenun menjadi satu dengan kain tenunan dan kaupakukan erat-erat, maka aku akan menjadi lemah seperti orang lain saja.”

Lalu dipakukannyalah kain itu erat-erat, dan berkatalah ia kepadanya, “Simson, orang Filistin menyergap engkau!” Tetapi ia terbangun dari tidurnya dan dicabutnyalah paku itu, alat tenun dan kain tenunan itu.

Kemudian berkatalah perempuan itu kepadanya, “Bagaimana engkau dapat berkata, ‘Aku cinta kepadamu,’ padahal hatimu tidak dengan aku? Sudah tiga kali engkau mempermainkan aku dan tidak memberitahukan kepadaku di mana letak kekuatanmu yang besar.”

Ketika perempuan itu berhari-hari mendesak dia dengan perkataannya dan terus-menerus merengek kepadanya, ia menjadi begitu jengkel sehingga ia ingin mati saja. Maka diceritakannyalah kepada perempuan itu segenap isi hatinya, katanya, “Tidak pernah pisau cukur menyentuh kepalaku, sebab aku ini seorang nazir Bapa kita sejak dari kandungan ibuku. Jika aku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku akan menjadi lemah, seperti orang lain saja.”

Ketika Delila melihat bahwa Simson telah menceritakan kepadanya segenap isi hatinya, disuruhnyalah memanggil para raja kota orang Filistin, katanya, “Datanglah sekali ini lagi, sebab ia telah menceritakan kepadaku segenap isi hatinya.” Lalu datanglah para raja kota orang Filistin kepada perempuan itu dengan membawa uang perak itu di tangan mereka. Kemudian dibuainya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seseorang untuk mencukur ketujuh rambut jalin di kepalanya. Maka mulailah perempuan itu menundukkan dia, dan kekuatannya pun lenyap dari padanya. Lalu berkatalah perempuan itu, “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Ia terbangun dari tidurnya dan berpikir, “Aku akan keluar seperti dahulu dan meloloskan diri.” Tetapi ia tidak tahu bahwa Bapa kita telah meninggalkan dia.

Orang Filistin menangkap dia, mencungkil kedua matanya, lalu membawanya ke Gaza. Mereka membelenggu dia dengan dua rantai tembaga, dan ia pun menggiling gandum di dalam penjara. Tetapi rambut kepalanya mulai tumbuh kembali setelah dicukur.

Bapa Menguatkan Simson Sekali Lagi

Para raja kota orang Filistin berkumpul untuk mempersembahkan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria, katanya, “Allah kita telah menyerahkan Simson, musuh kita, ke dalam tangan kita.” Ketika orang banyak melihat dia, mereka memuji-muji allah mereka, katanya, “Allah kita telah menyerahkan musuh kita, yang telah membinasakan negeri kita dan memperbanyak orang-orang kita yang terbunuh.”

Ketika hati mereka sedang riang gembira, berkatalah mereka, “Panggillah Simson untuk menghibur kita.” Maka dibawalah Simson dari penjara, lalu ia menghibur mereka. Mereka menempatkan dia di antara tiang-tiang. Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun tangannya, “Biarkanlah aku meraba tiang-tiang yang menopang rumah ini, supaya aku dapat bersandar padanya.” Adapun rumah itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas atap ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan yang menonton Simson bermain. Lalu berserulah Simson kepada Bapa kita, “Ya Bapa yang Mahakuasa, ingatlah kiranya kepadaku. Kuatkanlah aku sekali ini saja, supaya dengan satu pukulan aku dapat menuntut keadilan atas orang Filistin karena kedua mataku.” Kemudian Simson merangkul kedua tiang tengah yang menopang rumah itu dan bertumpu padanya, tangan kanannya pada tiang yang satu dan tangan kirinya pada tiang yang lain. Berkatalah Simson, “Biarlah aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu ia mendesak sekuat tenaganya, maka rubuhlah rumah itu menimpa para raja kota dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Demikianlah orang yang dibunuhnya pada waktu matinya lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

Sesudah itu datanglah saudara-saudaranya dan seluruh kaum keluarga ayahnya, mereka mengangkat dia, membawanya pulang, dan menguburkan dia di antara Zora dan Estaol, di dalam kubur Manoah, ayahnya. Ia telah memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.