Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Wahyu 10

Kitab

Malaikat Perkasa Turun

Seorang malaikat menaruh satu kaki di laut dan satu di darat, lalu bersumpah demi Bapa kita: tidak akan ada penundaan lagi. Tujuh guruh berbicara dan Yohanes dilarang menuliskannya. Ia memakan gulungan kitab kecil itu: madu di mulutnya, pahit sesudahnya. Ia harus bernubuat lagi.

Pasal 10.

Kemudian aku melihat seorang malaikat perkasa yang lain turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi di atas kepalanya, wajahnya seperti matahari, dan kakinya seperti tiang api. Ia memegang sebuah gulungan kecil yang terbuka, lalu menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas darat, dan berseru dengan suara nyaring seperti singa yang mengaum. Ketika ia berseru, ketujuh guruh memperdengarkan suaranya.

Ketika ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya, aku hendak menuliskannya, tetapi aku mendengar suara dari sorga berkata, “Meteraikanlah apa yang telah dikatakan ketujuh guruh itu; jangan menuliskannya.”

Lalu malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas darat itu mengangkat tangan kanannya ke sorga, dan bersumpah demi Bapa kita yang hidup sampai selama-lamanya, yang menciptakan sorga dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya, “Tidak akan ada penundaan lagi! Tetapi pada waktu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, maka rahasia Bapa kita akan digenapi, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” a a v7 Rahasia yang telah Bapa kita beritakan melalui para nabi mencapai kepenuhannya di dalam Anak-Nya — Injil yang dinyatakan kepada segala bangsa (Efesus 3:8-9; Kolose 1:26-27).

Suara dari sorga yang telah kudengar itu berkata pula kepadaku, “Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat yang berdiri di atas laut dan di atas darat itu.”

Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta supaya ia memberikan gulungan kitab kecil itu kepadaku. Katanya kepadaku, “Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu.”

Aku mengambil gulungan kitab kecil itu dari tangan malaikat itu, lalu memakannya. Di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi setelah kumakan, perutku menjadi pahit. Kemudian dikatakan kepadaku, “Engkau harus bernubuat lagi tentang banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.