Kini dicetak

Kidung Agung 6 FHB Alkitab Hati Bapa™

Diskon 15% untuk pesanan pertama →
Kitab

Aku Milik Kekasihku

Putri-putri Yerusalem menawarkan bantuan untuk mencari, dan perempuan itu menjawab bahwa ia tahu ke mana kekasihnya pergi. Laki-laki itu memujinya: ada enam puluh ratu dan perempuan yang tak terhitung, namun hanya dia satu-satunya. Lalu para penonton memanggil kembali gadis Sulam itu untuk memandangnya.

Pasal 6.

Ke manakah kekasihmu pergi, hai yang tercantik di antara para wanita? Ke arah manakah kekasihmu pergi, supaya kami dapat mencarinya bersamamu?

Kekasihku telah turun ke tamannya, ke bedeng-bedeng rempah, untuk menggembala di antara taman-taman dan memetik bunga bakung.

Aku milik kekasihku dan kekasihku milikku; ia menggembala di antara bunga bakung.

Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza, elok seperti Yerusalem, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panji. a a v4 Tirza adalah sebuah kota kerajaan kuno yang termasyhur karena keindahannya, di sini disandingkan dengan Yerusalem sebagai kota yang paling elok.

Palingkanlah matamu dari padaku, sebab pandanganmu menggetarkan aku. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Gilead. Gigimu bagaikan kawanan domba betina yang keluar dari tempat pembasuhan, semuanya beranak kembar, dan tak satu pun di antaranya yang kehilangan anaknya. Pipimu bagaikan belahan buah delima di balik telekungmu.

Ada enam puluh permaisuri dan delapan puluh selir, serta dara-dara yang tak terbilang jumlahnya, tetapi merpatiku, yang sempurna itu, hanya satu adanya, satu-satunya anak perempuan ibunya, kesayangan bagi dia yang melahirkannya. Para dara melihatnya dan menyebutnya berbahagia; para permaisuri dan selir pun memujinya.

Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, cantik bagaikan bulan, cerah bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panji?

Aku turun ke kebun kenari untuk melihat kuntum-kuntum di lembah, untuk melihat apakah pohon anggur telah bertunas, apakah pohon delima telah berbunga.

Tanpa kusadari, hasratku menempatkan aku di antara kereta-kereta bangsaku yang mulia.

Kembalilah, kembalilah, hai gadis Sulam; kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat memandangmu. Mengapa kamu memandang gadis Sulam, seperti memandang tarian dua pasukan? b b v13 'Tarian dua pasukan' menggambarkan sebuah arak-arakan anggun yang dibawakan di antara dua barisan penonton yang saling berhadapan.