Kini dicetak

2 Raja-Raja 2 FHB Alkitab Hati Bapa™

Diskon 15% untuk pesanan pertama →
Kitab

Bapa kita Mengangkat Elia ke Sorga

Tiga kali Elisa menolak meninggalkan Elia, dan ia melihat kereta berapi itu ketika Bapa kita mengangkatnya. Ia memungut jubah yang jatuh, memukul Sungai Yordan sambil bertanya di manakah Allah Elia, lalu menyeberang. Ia menyehatkan mata air yang beracun, dan mengutuk anak-anak yang mengolok-olok, dengan akibat yang mengerikan.

Pasal 2.

Ketika Bapa kita hendak mengangkat Elia ke sorga dalam angin badai, pergilah Elia bersama Elisa dari Gilgal. Berkatalah Elia kepada Elisa, “Baiklah tinggal di sini; Bapa kita mengutus aku ke Betel.” Tetapi Elisa berkata, “Demi Bapa kita yang hidup, dan demi hidupmu sendiri, aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel.

Para nabi di Betel keluar mendapatkan Elisa dan bertanya, “Tahukah engkau bahwa pada hari ini Bapa kita akan mengambil tuanmu dari atas kepalamu?” Jawabnya, “Ya, aku tahu. Diamlah.”

Berkatalah Elia, “Elisa, baiklah tinggal di sini; Bapa kita mengutus aku ke Yerikho.” Tetapi jawabnya, “Demi Bapa kita yang hidup, dan demi hidupmu sendiri, aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu sampailah mereka di Yerikho.

Rombongan nabi di Yerikho mendekati Elisa dan bertanya, “Tahukah engkau bahwa pada hari ini Bapa kita akan mengambil tuanmu darimu?” Jawabnya, “Ya, aku tahu. Diamlah.”

Berkatalah Elia kepadanya, “Baiklah tinggal di sini; Bapa kita mengutus aku ke Sungai Yordan.” Tetapi jawabnya, “Demi Bapa kita yang hidup, dan demi hidupmu sendiri, aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya.

Lima puluh orang dari rombongan nabi itu pergi dan berdiri memandang dari kejauhan, sementara keduanya berdiri di tepi Sungai Yordan. Lalu Elia mengambil jubahnya, menggulungnya, dan memukulkannya ke air; maka air itu terbelah ke sebelah sana dan ke sebelah sini, sehingga keduanya menyeberang di tanah yang kering. Setelah mereka menyeberang, berkatalah Elia kepada Elisa, “Mintalah apa yang harus kuperbuat bagimu sebelum aku diangkat darimu.” Jawab Elisa, “Biarlah kiranya aku mewarisi dua bagian dari rohmu.”

Berkatalah Elia, “Yang kauminta itu perkara yang sukar. Jika engkau melihat aku diangkat darimu, hal itu akan terjadi bagimu; tetapi jika tidak, maka tidak akan terjadi.”

Sementara mereka berjalan sambil berbicara, tampaklah kereta berapi dengan kuda berapi yang memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihatnya, berserulah ia, “Bapaku, bapaku! Kereta dan pasukan berkuda Israel!” Kemudian tidak dilihatnya lagi Elia. Lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua.

Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia kembali dan berdiri di tepi Sungai Yordan. Diambilnya jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke air, dan berkatalah ia, “Di manakah Bapa kita, Allah Elia?” Ketika dipukulkannya ke air, terbelahlah air itu ke sebelah sana dan ke sebelah sini, lalu menyeberanglah Elisa.

Ketika para nabi di Yerikho yang berada di seberang melihatnya, berkatalah mereka, “Roh Elia telah hinggap pada Elisa.” Lalu mereka datang menemuinya dan sujud menyembah di hadapannya sampai ke tanah. Kata mereka kepadanya, “Lihatlah, di antara hamba-hambamu ada lima puluh orang yang gagah perkasa. Biarlah mereka pergi mencari tuanmu—mungkin Roh Bapa kita telah mengangkatnya dan menurunkannya di salah satu gunung atau di salah satu lembah.” Tetapi jawab Elisa, “Jangan, janganlah kamu menyuruh mereka.”

Tetapi mereka mendesaknya sampai ia merasa malu untuk menolak. Maka katanya, “Suruhlah mereka.” Lalu mereka menyuruh lima puluh orang, yang mencari tiga hari lamanya, tetapi tidak menemukannya.

Ketika mereka kembali kepada Elisa, yang masih tinggal di Yerikho, berkatalah ia kepada mereka, “Bukankah telah kukatakan kepadamu, jangan pergi?”

Bapa kita Menyembuhkan Air di Yerikho

Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa, “Lihatlah, tuan kami, letak kota ini memang baik, seperti tuan lihat sendiri, tetapi airnya tidak baik dan tanahnya tidak subur.”

Jawabnya, “Ambilkanlah aku sebuah pinggan baru, dan taruhlah garam ke dalamnya.” Maka mereka membawanya kepadanya.

Kemudian pergilah ia ke mata air itu, dilemparkannya garam ke dalamnya, dan berkatalah ia, “Beginilah firman Bapa kita: Telah Kusehatkan air ini; tidak akan ada lagi kematian atau kemandulan yang disebabkannya.”

Maka air itu tetap sehat sampai hari ini, sesuai dengan firman yang telah dikatakan Elisa.

Dari sana Elisa pergi ke Betel. Ketika ia sedang berjalan di jalan, keluarlah anak-anak kecil dari kota itu, lalu mengejek dia, katanya, “Naiklah, botak! Naiklah, botak!” Berpalinglah ia ke belakang, dipandangnya mereka, lalu dikutuknya mereka demi nama Bapa kita. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu menerkam empat puluh dua orang dari anak-anak itu. Elisa pergi dari sana ke Gunung Karmel, dan dari sana ia kembali ke Samaria.