Tidakkah Ada Bapa di Israel?
1 1Sesudah Ahab mati, Moab memberontak terhadap Israel.
2Ahazia jatuh dari kisi-kisi kamar atasnya di Samaria, lalu menjadi sakit. Ia mengirim utusan-utusan, katanya, “Pergilah, tanyakanlah kepada Baal-Zebub, allah Ekron, apakah aku akan sembuh dari cederaku ini.”
3Tetapi utusan Bapa kita berkata kepada Elia, orang Tisbe itu, “Bangunlah, pergi menemui utusan-utusan raja Samaria itu dan tanyakanlah kepada mereka, ‘Tidakkah ada Bapa di Israel, sehingga kamu pergi meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah Ekron?’
4Sebab itu, beginilah firman Bapa kita: ‘Engkau takkan bangun lagi dari tempat tidur yang telah kaunaiki; engkau pasti akan mati.’” Lalu pergilah Elia.
5Ketika utusan-utusan itu kembali kepada raja, ia bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu sudah kembali?”
6Jawab mereka kepadanya, “Ada seorang yang datang menemui kami dan berkata, ‘Pergilah, kembalilah kepada raja yang mengutus kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Bapa kita: Tidakkah ada Bapa di Israel, sehingga engkau menyuruh orang meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah Ekron? Sebab itu engkau takkan bangun lagi dari tempat tidur yang telah kaunaiki; engkau pasti akan mati.’”
7Bertanyalah raja kepada mereka, “Bagaimanakah rupa orang yang datang menemui kamu dan mengatakan hal itu kepadamu?”
8Jawab mereka kepadanya, “Ia memakai pakaian dari bulu, dengan ikat pinggang kulit pada pinggangnya.” Maka berkatalah raja, “Itu Elia, orang Tisbe.”
9Lalu raja mengutus kepada Elia seorang perwira atas lima puluh orang beserta kelima puluh anak buahnya. Ketika perwira itu naik menghadap Elia yang sedang duduk di puncak sebuah bukit, ia berkata kepadanya, “Hai abdi Bapa kita, raja bertitah, ‘Turunlah!’”
10Tetapi Elia menjawab perwira itu, “Kalau aku ini abdi Bapa kita, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis beserta kelima puluh anak buahmu.” Maka turunlah api dari langit memakan dia habis beserta kelima puluh anak buahnya.
11Kemudian raja menyuruh pula kepadanya seorang perwira lain atas lima puluh orang beserta kelima puluh anak buahnya. Perwira itu berkata kepadanya, “Hai abdi Bapa kita, beginilah titah raja, ‘Segeralah turun!’”
12Tetapi Elia menjawab mereka, “Kalau aku ini abdi Bapa kita, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis beserta kelima puluh anak buahmu.” Maka turunlah api Bapa kita dari langit memakan dia habis beserta kelima puluh anak buahnya.
13Sekali lagi raja mengutus seorang perwira yang ketiga atas lima puluh orang beserta kelima puluh anak buahnya. Perwira yang ketiga ini naik, lalu berlutut di depan Elia dan memohon kepadanya, katanya, “Hai abdi Bapa kita, kiranya nyawaku dan nyawa kelima puluh hamba-hambamu ini berharga di matamu. 14Sesungguhnya telah turun api dari langit memakan habis kedua perwira yang dahulu beserta kelima puluh anak buah mereka. Tetapi sekarang, biarlah nyawaku berharga di matamu.”
15Maka berkatalah utusan Bapa kita kepada Elia, “Turunlah bersama dia; janganlah takut kepadanya.” Lalu bangunlah Elia dan turun bersama dia menghadap raja.
16Ia berkata kepada raja, “Beginilah firman Bapa kita: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah Ekron—seolah-olah tidak ada Bapa di Israel untuk ditanyakan firman-Nya—maka engkau takkan bangun lagi dari tempat tidur yang telah kaunaiki; engkau pasti akan mati.”
17Maka matilah Ahazia sesuai dengan firman Bapa kita yang telah dikatakan oleh Elia. Karena Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki, Yoram menjadi raja menggantikannya, dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda. 18Selebihnya dari riwayat Ahazia, apa yang telah dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?