Kemenangan Adalah Milik Bapa Kita
21 1Hati raja itu seperti aliran air di tangan Bapa kita; Ia mengalihkannya ke mana pun Ia kehendaki. 2Setiap jalan orang tampak lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Bapa kita yang menguji hati. 3Melakukan apa yang benar dan adil lebih berkenan kepada Bapa kita daripada persembahan korban. 4Mata yang sombong dan hati yang angkuh— pelita orang fasik—adalah dosa. 5Rancangan orang rajin pasti mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa berakhir dalam kemiskinan. 6Mengumpulkan harta dengan lidah dusta adalah uap yang cepat lenyap, suatu jerat yang mematikan. 7Kekerasan orang fasik akan menyeret mereka pergi, karena mereka menolak untuk berbuat adil. 8Jalan orang yang bersalah itu bengkok, tetapi kelakuan orang yang murni itu lurus. 9Lebih baik tinggal di sudut sotoh rumah daripada berumah bersama dengan istri yang suka bertengkar. 10Jiwa orang fasik mengingini kejahatan; sesamanya tidak mendapat belas kasihan di matanya. 11Ketika seorang pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak; ketika orang bijak diajar, ia memperoleh pengetahuan. 12Bapa kita, Yang Mahabenar, memperhatikan rumah orang fasik dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kebinasaan. 13Siapa menutup telinganya terhadap seruan orang miskin, ia sendiri pun akan berseru dan tidak dijawab. 14Pemberian yang diberikan dengan diam-diam meredakan amarah, dan suap yang diselipkan ke dalam jubah menenangkan murka yang hebat. 15Ketika keadilan ditegakkan, itu menjadi sukacita bagi orang benar, tetapi kengerian bagi orang yang berbuat jahat. 16Orang yang menyimpang dari jalan pengertian akan berhenti di perhimpunan arwah-arwah. 17Siapa mencintai kesenangan akan menjadi miskin; siapa mencintai anggur dan minyak tidak akan pernah menjadi kaya. 18Orang fasik menjadi tebusan bagi orang benar, dan orang yang khianat bagi orang jujur. 19Lebih baik tinggal di tanah padang gurun daripada dengan istri yang suka bertengkar dan mengomel. 20Harta yang berharga dan minyak ada di rumah orang bijak, tetapi orang bodoh memboroskan segala miliknya. 21Siapa mengejar kebenaran dan kasih setia akan mendapat kehidupan, kebenaran, dan kehormatan. 22Orang bijak memanjat kota orang-orang perkasa dan meruntuhkan benteng yang mereka andalkan. 23Siapa menjaga mulut dan lidahnya menjauhkan dirinya dari kesukaran. 24“Pencemooh” adalah nama orang yang sombong dan angkuh, yang bertindak dengan keangkuhan yang keterlaluan. 25Keinginan orang malas membunuh dirinya, sebab tangannya menolak untuk bekerja. 26Sepanjang hari keinginannya bertambah, tetapi orang benar memberi dan tidak menahan diri. 27Korban orang fasik adalah kekejian—terlebih lagi apabila dibawa dengan maksud jahat. 28Saksi dusta akan binasa, tetapi orang yang mendengarkan akan bersaksi dengan pengaruh yang bertahan lama. 29Orang fasik memasang wajah yang berani, tetapi orang jujur mempertimbangkan jalannya. 30Tidak ada hikmat, tidak ada pengertian, tidak ada nasihat yang dapat bertahan melawan Bapa kita. 31Kuda disiapkan untuk hari peperangan, tetapi kemenangan adalah milik Bapa kita.