Panggilan Abram
Bapa kita menyuruh Abram meninggalkan segala yang dikenalnya menuju negeri yang tidak disebutkan namanya, dengan janji berkat yang menjangkau semua kaum di bumi. Abram berangkat pada umur tujuh puluh lima tahun. Lalu kelaparan mendorongnya ke Mesir, dan di sana ia mengaku Sarai sebagai adiknya agar tetap hidup.
12 1Berfirmanlah Bapa kita kepada Abram, “Pergilah dari negerimu, dari sanak saudaramu, dan dari rumah bapamu, ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan Aku akan memberkati engkau; Aku akan membuat namamu masyhur, sehingga engkau menjadi berkat. 3Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan siapa yang mengutuki engkau akan Kukutuk; dan olehmu semua kaum di muka bumi akan diberkati.” a a v3 Paulus menyebut ayat ini Injil yang diberitakan terlebih dahulu kepada Abraham — setiap kaum di bumi diberkati melaluinya, digenapi dalam Yesus (Galatia 3:8).
4Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Bapa kita kepadanya, dan Lot pun pergi bersamanya. Abram berumur tujuh puluh lima tahun ketika ia berangkat dari Haran. 5Abram membawa Sarai, istrinya, dan Lot, anak saudaranya, serta segala harta yang telah mereka kumpulkan dan orang-orang yang telah mereka peroleh di Haran; lalu berangkatlah mereka ke tanah Kanaan, dan sampailah mereka ke tanah Kanaan. 6Abram menjelajah negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, ke pohon tarbantin di More. Pada waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu.
7Kemudian Bapa kita menampakkan diri kepada Abram dan berfirman, “Kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini.” Maka Abram mendirikan di situ sebuah mezbah bagi Bapa kita, yang telah menampakkan diri kepadanya. b b v7 Paulus membaca “keturunan” di sini sebagai satu keturunan — Yesus — yang melaluinya berkat Abraham menjangkau segala bangsa (Galatia 3:16).
8Dari situ ia pindah ke daerah pegunungan di sebelah timur Betel, dan ia memasang kemahnya, dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur. Ia mendirikan di situ sebuah mezbah bagi Bapa kita dan memanggil nama Bapa kita. 9Kemudian Abram melanjutkan perjalanannya, berangsur-angsur menuju Tanah Negeb.
Kelaparan dan Perjalanan ke Mesir
10Ketika kelaparan menimpa negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di sana, sebab hebat kelaparan di negeri itu. 11Ketika ia hampir sampai ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, istrinya, “Aku tahu engkau seorang perempuan yang cantik. 12Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata, ‘Itu istrinya,’ lalu mereka akan membunuh aku, tetapi membiarkan engkau hidup. 13Katakanlah kiranya bahwa engkau saudaraku, supaya aku diperlakukan dengan baik karena engkau, dan aku tetap hidup oleh sebab engkau.”
14Ketika Abram masuk ke Mesir, orang Mesir melihat bahwa perempuan itu sangat cantik. 15Ketika para pembesar Firaun melihatnya, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, lalu perempuan itu dibawa ke dalam istana Firaun. 16Firaun memperlakukan Abram dengan baik karena perempuan itu, sehingga Abram memperoleh kambing domba, lembu sapi, keledai jantan dan betina, hamba laki-laki dan perempuan, serta unta. 17Tetapi Bapa kita menimpakan tulah-tulah yang hebat kepada Firaun dan seisi istananya karena Sarai, istri Abram. 18Lalu Firaun memanggil Abram dan berkata, “Apakah ini yang kaulakukan terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan kepadaku bahwa ia istrimu? 19Mengapa engkau berkata, ‘Ia saudaraku,’ sehingga aku mengambilnya menjadi istriku? Sekarang, inilah istrimu—ambillah dan pergilah.”
20Lalu Firaun memerintahkan orang-orangnya mengenai Abram, dan mereka menyuruh dia pergi bersama istrinya dan segala kepunyaannya.