Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Yosua 5

Kitab

Sang Bapa Memperbarui Umat-Nya di Gilgal

Sebelum ada pertempuran, sebuah jeda. Angkatan yang baru disunat dan dibiarkan di perkemahan sampai sembuh, Paskah dirayakan, dan manna berhenti pada hari mereka makan hasil negeri itu sendiri. Lalu seorang laki-laki dengan pedang terhunus memberitahu Yosua bahwa ia adalah panglima bala tentara Bapa kita.

Pasal 5.

Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di sepanjang laut mendengar bahwa Bapa kita telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel sampai mereka menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah keberanian mereka menghadapi orang Israel.

Pada waktu itu berfirmanlah Bapa kita kepada Yosua, “Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel untuk kedua kalinya.”

Maka Yosua membuat pisau dari batu dan menyunat orang Israel di Gibeat-Haaralot, Bukit Kulit Khatan. Inilah sebabnya Yosua menyunat mereka: seluruh bangsa yang keluar dari Mesir—yang laki-laki, semua prajurit—telah mati di padang gurun dalam perjalanan setelah keluar dari Mesir. Semua orang yang keluar itu telah disunat, tetapi mereka yang lahir di padang gurun dalam perjalanan keluar dari Mesir belum disunat. Orang Israel berjalan empat puluh tahun lamanya di padang gurun, sampai habis mati seluruh bangsa itu—para prajurit yang keluar dari Mesir—karena mereka tidak mendengarkan suara Bapa kita. Kepada mereka Bapa kita telah bersumpah bahwa Ia tidak akan membiarkan mereka melihat negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Anak-anak mereka dibangkitkan-Nya menggantikan mereka, dan merekalah yang disunat Yosua, sebab mereka belum bersunat, karena tidak disunat dalam perjalanan. Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, tinggallah mereka di tempat itu di perkemahan, sampai mereka sembuh.

Lalu berfirmanlah Bapa kita kepada Yosua, “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” Itulah sebabnya tempat itu dinamai Gilgal sampai hari ini.

Ketika orang Israel berkemah di Gilgal, mereka merayakan Paskah pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho. Sehari setelah Paskah, pada hari itu juga, mereka makan hasil negeri itu: roti tidak beragi dan bulir gandum panggang. Manna itu berhenti turun keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Tidak ada lagi manna bagi orang Israel; pada tahun itu mereka makan hasil tanah Kanaan.

Panglima Bala Tentara Sang Bapa

Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya, “Kawankah engkau atau lawan kami?”

Jawabnya, “Bukan, tetapi akulah Panglima Bala Tentara Bapa kita. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah, dan berkata, “Apakah yang hendak dikatakan tuanku kepada hambanya?”

Panglima Bala Tentara Bapa kita itu berkata kepada Yosua, “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua pun berbuat demikian.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.