Mati bagi Dosa, Hidup bagi Bapa kita
Jika anugerah menutupi segalanya, mengapa tidak berbuat dosa sesuka hati? Jawaban Paulus bukan sebuah aturan melainkan sebuah kematian: baptisan menyatukan kita dengan kematian Kristus, sehingga kembali kepada dosa berarti kembali ke kubur yang sudah kita tinggalkan. Persembahkan tubuhmu kepada Bapa kita — kamu akan melayani apa pun yang kamu taati.
6 1Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya kasih karunia semakin bertambah? 2Sekali-kali tidak! Bagaimana mungkin kita yang telah mati bagi dosa masih hidup di dalamnya? 3Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus Yesus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa kita, demikian juga kita boleh hidup dalam hidup yang baru.
5Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang serupa dengan kematian-Nya, kita pasti juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. 6Kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan dengan Dia, supaya tubuh dosa kita dibinasakan, sehingga kita tidak lagi menghambakan diri kepada dosa. 7Sebab siapa yang telah mati, ia telah dibebaskan dari dosa. 8Jadi jika kita telah mati bersama-sama dengan Kristus, kita percaya bahwa kita juga akan hidup bersama-sama dengan Dia. 9Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia dibangkitkan dari antara orang mati, tidak akan mati lagi; maut tidak lagi berkuasa atas-Nya. 10Sebab kematian yang dialami-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya; tetapi kehidupan yang dijalani-Nya, dijalani-Nya bagi Bapa kita. 11Demikianlah hendaknya kamu memandang dirimu telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Bapa kita dalam Kristus Yesus.
12Sebab itu, janganlah dosa berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, sehingga kamu menuruti keinginannya. 13Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa sebagai senjata untuk berbuat jahat; sebaliknya, serahkanlah dirimu kepada Bapa kita sebagai orang-orang yang telah dibawa dari kematian kepada kehidupan, dan anggota-anggota tubuhmu kepada-Nya sebagai senjata untuk kebenaran. 14Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atasmu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
15Jadi bagaimana? Apakah kita boleh berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16Tidakkah kamu tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk menaatinya, kamu menjadi hamba orang yang kamu taati itu—entah dalam dosa yang memimpin kepada kematian, entah dalam ketaatan yang memimpin kepada kebenaran? 17Tetapi syukur kepada Bapa kita: dahulu kamu memang hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah menaati pengajaran yang telah dipercayakan kepadamu. 18Setelah kamu dibebaskan dari dosa, kamu menjadi hamba kebenaran.
19Aku berbicara secara manusiawi, karena kelemahan dagingmu. Sebab sama seperti dahulu kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kepada kenajisan dan kedurhakaan, yang menghasilkan lebih banyak kedurhakaan, demikianlah sekarang serahkanlah anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kepada kebenaran, yang menghasilkan pengudusan. 20Sebab waktu kamu menjadi hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21Dan buah apakah yang kamu petik dahulu dari hal-hal yang sekarang kamu malukan? Sebab kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22Tetapi sekarang, setelah kamu dibebaskan dari dosa dan menjadi hamba Bapa kita, kamu memetik buah yang membawa kepada pengudusan, dan sebagai kesudahannya, hidup yang kekal. 23Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Bapa kita ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.