Kini dicetak

Amsal 12 FHB Alkitab Hati Bapa™

Diskon 15% untuk pesanan pertama →
Kitab

Perkataan yang Sembrono, Lidah yang Menyembuhkan

Sebagian besar tentang pekerjaan, perkataan, dan apa yang dapat dilihat orang lain. Tangan yang rajin memerintah sementara kemalasan berakhir dalam kerja paksa; kata-kata yang sembrono menikam, dan lidah dusta hanya bertahan sekejap. Di antaranya ada satu kalimat yang tenang: kekhawatiran menekan hati, dan kata yang ramah mengangkatnya.

Pasal 12.

Siapa mencintai didikan, ia mencintai pengetahuan, tetapi siapa membenci teguran, ia bodoh. Orang baik memperoleh perkenanan dari Bapa kita, tetapi Ia menghukum orang yang merancang kejahatan. Tidak seorang pun ditegakkan oleh kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan pernah goyah. Istri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang mendatangkan malu adalah bagaikan penyakit yang membusukkan tulang suaminya. Rancangan orang benar adalah adil, tetapi nasihat orang fasik penuh tipu daya. Perkataan orang fasik menghadang untuk menumpahkan darah, tetapi ucapan orang jujur menyelamatkan orang yang tak bersalah. Orang fasik ditumbangkan dan lenyap, tetapi rumah orang benar akan tetap berdiri. Seseorang dipuji menurut akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya dihina. Lebih baik menjadi orang rendahan yang mempunyai hamba daripada berlagak mulia tetapi kekurangan makanan. Orang benar memperhatikan kebutuhan ternaknya, tetapi belas kasihan orang fasik pun bengis. Siapa mengerjakan tanahnya akan berlimpah makanan, tetapi siapa mengejar hal yang sia-sia tidak berakal budi. Orang fasik mengingini jarahan orang jahat, tetapi akar orang benar menghasilkan buah. Orang jahat terjerat oleh perkataan bibirnya yang berdosa, tetapi orang benar luput dari kesesakan. Dari buah perkataannya seseorang dikenyangkan dengan yang baik, dan hasil kerja tangannya kembali sebagai upah baginya. Jalan orang bodoh lurus dalam pandangannya sendiri, tetapi orang bijak mendengarkan nasihat. Orang bodoh langsung menunjukkan amarahnya, tetapi orang bijaksana tidak menghiraukan hinaan. Siapa mengatakan kebenaran memberikan kesaksian yang jujur, tetapi saksi dusta mengucapkan kebohongan. Perkataan yang sembrono menikam seperti pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang jujur tetap teguh selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya bertahan sesaat. Tipu daya memenuhi hati orang yang merancang kejahatan, tetapi sukacita adalah bagian orang yang menganjurkan damai. Tidak ada malapetaka yang menimpa orang benar, tetapi orang fasik penuh dengan kesusahan. Bibir yang berdusta adalah kekejian bagi Bapa kita, tetapi orang yang berlaku setia menjadi kesukaan-Nya. Orang bijaksana menyimpan pengetahuannya bagi diri sendiri, tetapi hati orang bodoh menyembur-nyemburkan kebodohan. Tangan yang rajin akan memerintah, tetapi kemalasan berakhir dengan kerja paksa. Kekuatiran membebani hati, tetapi perkataan yang baik menggembirakannya. Orang benar menuntun sesamanya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka. Orang malas tidak memanggang hasil buruannya, tetapi orang rajin menghargai harta miliknya. Di jalan kebenaran ada kehidupan, dan di sepanjang jalan itu tidak ada maut.