Kini dicetak

Yesaya 18 FHB Alkitab Hati Bapa™

Diskon 15% untuk pesanan pertama →
Kitab

Negeri Dengingan Sayap

Para utusan melaju dengan perahu pandan dari bangsa yang jauh dan ditakuti, tetapi Bapa kita berkata bahwa Ia akan diam saja dan memandang, seperti hawa panas dalam sinar matahari, sampai saat menjelang panen — lalu memangkas ranting-rantingnya. Sesudah itu bangsa yang sama membawa sendiri persembahan ke Gunung Sion.

Pasal 18.

Wahai, negeri dengingan sayap, di seberang sungai-sungai Kush, yang mengirim para duta melalui laut, dalam perahu-perahu pandan di atas permukaan air. Pergilah, hai utusan-utusan yang cepat, kepada bangsa yang jangkung dan berkulit halus, kepada suatu bangsa yang ditakuti dekat dan jauh, bangsa yang perkasa dan menginjak-injak, yang negerinya dibelah sungai-sungai. Hai semua penduduk dunia, kamu yang mendiami bumi: apabila panji-panji dinaikkan di atas gunung-gunung, lihatlah! Apabila sangkakala ditiup, dengarlah!

Sebab beginilah firman Bapa kita kepadaku: Aku akan tinggal diam, dan Aku akan memandang dari tempat kediaman-Ku, seperti hawa panas yang cerah di bawah sinar matahari, seperti awan embun di panas musim menuai.

Sebab sebelum musim menuai, apabila bunga sudah lewat dan putiknya menjadi buah anggur yang hampir masak, Bapa kita akan mengerat ranting-rantingnya dengan pisau pemangkas, dan cabang-cabang yang menjulur akan disingkirkan dan dipotong-Nya. Semuanya akan ditinggalkan bagi burung-burung buas di gunung-gunung dan bagi binatang-binatang di bumi. Burung-burung buas akan melewatkan musim panas di atasnya, dan segala binatang di bumi akan melewatkan musim dingin di atasnya. Pada waktu itu persembahan akan dibawa kepada Bapa semesta alam, dari suatu bangsa yang jangkung dan berkulit halus, dari suatu bangsa yang ditakuti dekat dan jauh, bangsa yang perkasa dan menginjak-injak, yang negerinya dibelah sungai-sungai—ke tempat nama Bapa semesta alam, yaitu gunung Sion.