Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

1 Yohanes 3

Kitab

Disebut Anak-anak Bapa kita

Bapa kita menyebut mereka anak-anak-Nya sekarang juga, sekalipun belum nyata apa yang akan mereka alami kelak. Kain menjadi peringatan: kebencian sudah merupakan pembunuhan. Kasih adalah Kristus yang menyerahkan nyawa-Nya, dan tangan yang terbuka bagi saudara yang berkekurangan. Ketika hati menuduh, Bapa kita lebih besar.

Pasal 3.

Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kita kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Bapa kita! Dan memang kita adalah anak-anak-Nya. Dunia tidak mengenal kita, karena dunia tidak mengenal Dia. a a v1 Kasih Bapa kita bukanlah sesuatu yang abstrak — kasih itu menjadikan kita anak-anak-Nya, jati diri kita yang paling sejati. Saudara-saudara yang kukasihi, sekarang kita adalah anak-anak Bapa kita; tetapi belum nyata apa yang akan kita alami kelak. Namun kita tahu bahwa apabila Dia menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Dan setiap orang yang menaruh pengharapan ini kepada-Nya menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Setiap orang yang terus berbuat dosa juga melanggar hukum Allah; sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu bahwa Dia telah menyatakan diri-Nya untuk menghapus segala dosa kita, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Setiap orang yang tetap tinggal di dalam Dia, tidak terus berbuat dosa; setiap orang yang terus berbuat dosa, tidak pernah melihat maupun mengenal Dia.

Anak-anakku, janganlah kamu membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Dia yang adalah benar. Barangsiapa terus berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Bapa kita menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis. Setiap orang yang lahir dari Bapa kita, tidak terus berbuat dosa, karena benih-Nya tetap tinggal di dalam orang itu; dan ia tidak dapat terus berbuat dosa, karena ia telah lahir dari Bapa kita. Inilah tandanya siapa anak-anak Bapa kita dan siapa anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Bapa kita, demikian juga barangsiapa tidak mengasihi saudaranya.

Saling Mengasihi sebagai Keluarga

Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi. Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Mengapa ia membunuhnya? Sebab perbuatannya sendiri jahat dan perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudaraku, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, karena kita saling mengasihi. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap tinggal di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh, dan kamu tahu bahwa tidak ada seorang pembunuh pun yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Demikianlah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Tetapi jika seorang mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan, namun menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Bapa kita dapat tetap tinggal di dalam dirinya?

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menenangkan hati kita di hadapan-Nya, sebab jika hati kita menuduh kita, Bapa kita lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudara yang kukasihi, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Bapa kita, dan apa saja yang kita minta, kita menerimanya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya, yaitu supaya kita percaya akan nama Anak-Nya, Yesus Kristus, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan-Nya kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia tetap tinggal di dalam Bapa kita dan Bapa kita di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui bahwa Ia tetap tinggal di dalam kita, yaitu oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.