Bileam Memberkati untuk Ketiga Kalinya
Bileam berhenti mencari pertanda, dan Roh Bapa kita turun ke atasnya. Ia memberkati kemah-kemah Israel untuk ketiga kalinya, membuat Balak murka, lalu memandang jauh ke depan: sebuah bintang terbit dari Yakub, sebuah tongkat kerajaan bangkit, dan kesudahan Amalek.
24 1Ketika Bileam melihat bahwa Bapa kita berkenan memberkati Israel, ia tidak lagi mencari pertanda seperti sebelumnya, tetapi memalingkan wajahnya ke arah padang gurun. 2Bileam mengangkat matanya dan melihat orang Israel berkemah menurut suku-suku mereka; lalu Roh Bapa kita menghinggapi dia. 3Ia mengucapkan sanjaknya dan berkata: “Inilah sanjak Bileam bin Beor, sanjak orang yang matanya telah tersingkap, 4sanjak orang yang mendengar firman Bapa kita, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, yang tersungkur dengan mata terbuka lebar: 5Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! 6Seperti lembah-lembah yang membentang jauh, seperti taman-taman di tepi sungai, seperti pohon gaharu yang ditanam Bapa kita, seperti pohon-pohon aras di tepi air. 7Air akan mengalir dari timba-timbanya, dan keturunannya akan memperoleh air berlimpah. Rajanya akan lebih tinggi daripada Agag, dan kerajaannya akan ditinggikan. a a v7 Agag adalah raja Amalek, musuh bebuyutan Israel — raja Israel akan mengungguli dia. 8Bapa kita membawa Israel keluar dari Mesir; Israel bagaikan tanduk-tanduk lembu liar bagi mereka. Israel akan menelan bangsa-bangsa yang melawan mereka, mematahkan tulang-tulang mereka, dan menembusi mereka dengan anak-anak panah. 9Ia meniarap, ia berbaring seperti singa, seperti singa betina—siapa berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau.”
10Maka bangkitlah amarah Balak terhadap Bileam, dan ia bertepuk tangan. Kata Balak kepada Bileam, “Aku memanggilmu untuk mengutuk musuh-musuhku, tetapi sudah tiga kali ini engkau malah memberkati mereka! 11Sekarang, larilah pulang! Aku telah berkata bahwa aku akan sangat memuliakanmu, tetapi Allah telah menghalangimu dari kehormatan itu.”
12Jawab Bileam kepada Balak, “Bukankah telah kukatakan kepada para utusan yang kaukirim kepadaku, 13‘Sekalipun Balak memberiku istananya penuh dengan perak dan emas, aku tidak dapat melanggar perintah Allahku untuk berbuat baik atau jahat menurut kehendakku sendiri; aku hanya dapat mengatakan apa yang difirmankan Allahku’? 14Dan sekarang aku hendak pulang kepada bangsaku. Marilah, akan kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa ini terhadap bangsamu di kemudian hari.”
Bintang yang Terbit dari Yakub
15Lalu ia mengucapkan sanjaknya, katanya: “Sanjak Bileam bin Beor, sanjak orang yang matanya telah tersingkap, 16sanjak orang yang mendengar firman Bapa kita, yang mengetahui pengetahuan dari Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, yang tersungkur dengan mata terbuka lebar: 17Aku melihatnya, tetapi bukan sekarang; aku memandangnya, tetapi bukan dari dekat. Sebuah bintang akan terbit dari Yakub, dan sebuah tongkat kerajaan akan bangkit dari Israel; ia akan meremukkan dahi Moab dan menghancurkan semua bani Set. b b v17 Bileam, seorang peramal asing, dibuat bernubuat tentang seorang Raja yang akan datang. Bintang dan tongkat kerajaan ini pada akhirnya menunjuk kepada Yesus, yang oleh Perjanjian Baru disebut “bintang timur yang gilang-gemilang” dan penguasa dari keturunan Yakub. 18Edom akan ditaklukkan, dan Seir, musuh-musuhnya, akan ditaklukkan, sementara Israel bertambah kuat. 19Seorang dari Yakub akan memerintah, dan akan membinasakan mereka yang tersisa dari kota itu.”
20Kemudian Bileam melihat Amalek, mengangkat sanjaknya, dan berkata: “Amalek adalah yang pertama di antara bangsa-bangsa, tetapi kesudahannya adalah kebinasaan total.”
21Ia memandang orang Keni, mengangkat sanjaknya, dan berkata: “Tempat kediamanmu kokoh, dan sarangmu bertengger di atas bukit batu. 22Namun Kain akan dilalap habis ketika Asyur membawamu pergi sebagai tawanan.”
23Ia mengangkat sanjaknya dan berkata: “Siapakah yang dapat hidup ketika Allah melakukan hal ini? 24Kapal-kapal akan datang dari pesisir Kitim; mereka akan menindas Asyur dan menindas Eber, tetapi mereka pun akan sampai kepada kebinasaan total.” c c v24 Kitim menunjuk kepada tanah-tanah pesisir Laut Tengah bagian barat — suatu kekuatan laut di masa depan yang akan bangkit melawan Asyur.
25Kemudian bangkitlah Bileam dan pulang ke tempat kediamannya, dan Balak pun pergi menempuh jalannya sendiri.