Kini dicetak

2 Tawarikh 8 FHB Alkitab Hati Bapa™

Diskon 15% untuk pesanan pertama →
Kitab

Salomo Membangun dan Menata Kerajaannya

Dengan dua puluh tahun pembangunan di belakangnya, Salomo memperkuat kota-kota, mengerahkan kerja paksa dari bangsa-bangsa Kanaan yang tersisa, menjadikan orang Israel sebagai prajurit dan pegawai, dan menempatkan para imam serta orang Lewi menurut rombongan-rombongan yang ditetapkan Daud. Kapal-kapal dari Ezion-Geber membawa emas, dan pekerjaan rumah Bapa kita pun selesai.

Pasal 8.

Setelah dua puluh tahun, yaitu selama Salomo mendirikan rumah Bapa kita dan istananya sendiri, Salomo membangun kembali kota-kota yang telah diberikan Huram kepadanya, dan menempatkan orang Israel di sana.

Kemudian Salomo maju menyerang Hamat-Zoba dan mengalahkannya. Ia membangun Tadmor di padang gurun, dan segala kota perbekalan yang didirikannya di Hamat. Ia juga membangun kembali Bet-Horon Hulu dan Bet-Horon Hilir menjadi kota-kota berkubu, dengan tembok, pintu gerbang, dan palang, juga Baalat, segala kota perbekalan kepunyaan Salomo, segala kota tempat kereta dan kota tempat orang berkuda, dan segala yang diinginkannya untuk dibangun di Yerusalem, di Libanon, dan di seluruh wilayah kekuasaannya.

Adapun orang-orang yang masih tinggal dari orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, yang bukan orang Israel, yakni keturunan mereka yang masih tinggal di negeri itu, yang tidak dipunahkan oleh orang Israel, mereka itu dikerahkan Salomo untuk kerja paksa, seperti yang masih berlaku sampai hari ini. Tetapi dari orang Israel tidak ada yang diperbudak Salomo untuk pekerjaannya; mereka adalah prajurit, panglima perwiranya, serta panglima pasukan kereta dan pasukan berkudanya. Inilah para pemimpin utama Raja Salomo: dua ratus lima puluh orang yang mengawasi rakyat.

Salomo membawa anak Firaun dari kota Daud ke rumah yang telah didirikannya untuk perempuan itu, katanya, “Tidak boleh seorang istriku pun tinggal dalam istana Daud, raja Israel, sebab tempat-tempat yang dimasuki tabut Bapa kita adalah kudus.”

Kemudian Salomo mempersembahkan korban bakaran kepada Bapa kita di atas mezbah yang telah didirikannya di depan serambi, sesuai dengan yang diwajibkan setiap hari menurut perintah Musa: pada hari-hari Sabat, pada bulan-bulan baru, dan pada tiga hari raya setiap tahun—Hari Raya Roti Tidak Beragi, Hari Raya Tujuh Minggu, dan Hari Raya Pondok Daun.

Menurut peraturan Daud, ayahnya, ia menetapkan rombongan-rombongan para imam untuk ibadah, dan orang-orang Lewi menurut rombongan mereka untuk memuji-muji dan menyelenggarakan ibadah di hadapan para imam, sesuai dengan yang diwajibkan setiap hari, serta para penunggu pintu gerbang menurut rombongan mereka pada setiap pintu gerbang, sebab demikianlah diperintahkan Daud, abdi Bapa kita. Mereka tidak menyimpang sedikit pun dari perintah raja mengenai para imam dan orang-orang Lewi, sampai pada urusan perbendaharaan.

Maka terlaksanalah segala pekerjaan Salomo, sejak hari dasar rumah Bapa kita diletakkan sampai selesai; demikianlah rumah Bapa kita telah rampung.

Kemudian pergilah Salomo ke Ezion-Geber dan ke Elot di tepi laut, di tanah Edom. Huram mengirimkan kepadanya kapal-kapal melalui para hambanya, beserta awak-awak kapal yang mengenal laut; mereka berlayar bersama-sama dengan hamba-hamba Salomo ke Ofir, mengambil kira-kira tujuh belas ton emas dari sana, dan membawanya kepada Raja Salomo.