Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Mazmur 78

Kitab

Dengarlah, hai umat-Ku

Nyanyian pengajaran Asaf.

Syair pengajaran yang panjang, diceritakan supaya anak-anak mengenal perbuatan-perbuatan Bapa kita: Mesir, laut yang terbelah, manna, burung puyuh, pemberontakan dan kelupaan, berulang-ulang — dan setiap kali disambut belas kasihan yang menahan murka. Syair ini berakhir di tempat yang memang dituju penceritaan itu: Sion dan Daud.

Pasal 78.

Dengarlah pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada perkataan mulutku.

Aku mau membuka mulutku mengatakan amsal, aku mau mencurahkan teka-teki dari zaman purbakala, a a v2 Matius memberitahu kita bahwa hal ini digenapi ketika Yesus mengajar dengan perumpamaan, menyingkapkan apa yang telah tersembunyi sejak dunia dijadikan. yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami. Kami tidak hendak menyembunyikannya terhadap anak-anak mereka, tetapi akan menceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada Bapa kita, kekuatan-Nya, dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. Telah ditetapkan-Nya peraturan di Yakub dan hukum Taurat diberikan-Nya di Israel, yang diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita untuk diajarkan kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, yaitu anak-anak yang akan dilahirkan kelak, dan yang bangun untuk menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh harapan mereka kepada Bapa kita dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, tetapi memegang perintah-perintah-Nya, dan tidak seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang hatinya tidak tetap, dan yang jiwanya tidak setia kepada Bapa kita.

Bani Efraim, yang bersenjata lengkap dan membawa busur panah, berbalik mundur pada hari pertempuran. Mereka tidak berpegang pada perjanjian Bapa kita dan enggan hidup menurut hukum-Nya. Mereka melupakan apa yang telah dilakukan-Nya, perbuatan-perbuatan ajaib yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka. Di hadapan nenek moyang mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan. b b v12 Zoan adalah sebuah kota kerajaan kuno di delta Sungai Nil di Mesir, yang juga disebut Tanis. Dibelah-Nya laut dan diseberangkan-Nya mereka; didirikan-Nya air seperti tembok. Dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang dan sepanjang malam dengan terang api. Dibelah-Nya gunung batu di padang gurun dan diberi-Nya mereka minum berlimpah-limpah seperti dari samudera raya. Dibuat-Nya aliran air keluar dari bukit batu dan dialirkan-Nya air seperti sungai-sungai.

Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi, Bapa kita, di padang kering. Mereka mencobai Bapa kita dalam hati mereka dengan meminta makanan yang mereka inginkan. Mereka berbicara melawan Bapa kita, kata mereka, “Sanggupkah Allah menyediakan hidangan di padang gurun? Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancarlah air dan sungai-sungai membanjir. Tetapi sanggupkah Ia memberi roti juga atau menyediakan daging bagi umat-Nya?” Sebab itu, ketika Bapa kita mendengarnya, sangat gemaslah Ia; api menyala menimpa Yakub, dan murka-Nya bangkit menimpa Israel, karena mereka tidak percaya kepada Bapa kita dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya. Namun diperintahkan-Nya awan-awan di atas dan dibuka-Nya pintu-pintu langit; diturunkan-Nya kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan diberikan-Nya kepada mereka gandum dari langit. Manusia makan roti malaikat; dikirim-Nya kepada mereka makanan berlimpah-limpah. Dibuat-Nya angin timur bertiup di langit dan digiring-Nya angin selatan dengan kekuatan-Nya. Diturunkan-Nya kepada mereka hujan daging seperti debu, burung-burung bersayap seperti pasir laut; dijatuhkan-Nya ke tengah perkemahan mereka, di sekeliling tempat kediaman mereka. Mereka makan sampai kenyang, sebab diberi-Nya mereka apa yang mereka inginkan. Tetapi sebelum mereka berhenti dari keinginan mereka, sementara makanan itu masih ada di mulut mereka, bangkitlah murka Bapa kita menimpa mereka; dibunuh-Nya orang-orang yang tegap di antara mereka dan ditewaskan-Nya teruna-teruna Israel.

Sekalipun demikian, mereka masih terus berbuat dosa; walaupun ada perbuatan-perbuatan ajaib-Nya, mereka tidak juga percaya. Sebab itu diakhiri-Nya hari-hari mereka dalam kesia-siaan dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan. Apabila dibunuh-Nya mereka, maka mereka mencari Dia; mereka berbalik dan mencari Bapa kita dengan sungguh-sungguh. Mereka teringat bahwa Bapa kita adalah gunung batu mereka, dan bahwa Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka. Tetapi mereka menyanjung-nyanjung Dia dengan mulut mereka, dan membohongi Dia dengan lidah mereka; hati mereka tidak tetap pada-Nya, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya. Tetapi Ia, yang penuh belas kasihan, mengampuni dosa mereka dan tidak memusnahkan mereka. Banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya. Ia ingat bahwa mereka hanyalah daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali.

Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun dan menyakiti hati-Nya di padang belantara! Berulang kali mereka mencobai Bapa kita dan menyakiti hati Yang Kudus dari Israel. Mereka tidak ingat akan kekuasaan-Nya, akan hari ketika Ia membebaskan mereka dari pada lawan, ketika Ia mengadakan tanda-tanda-Nya di Mesir dan mujizat-mujizat-Nya di padang Zoan. Diubah-Nya menjadi darah sungai-sungai mereka, dan aliran-aliran air mereka, sehingga tidak dapat mereka minum. Dilepaskan-Nya kepada mereka lalat pikat yang memakan mereka, dan katak-katak yang memusnahkan mereka. Diberikan-Nya hasil tanah mereka kepada ulat, dan hasil jerih payah mereka kepada belalang. Dimatikan-Nya pohon anggur mereka dengan hujan batu dan pohon-pohon ara mereka dengan embun beku. Diserahkan-Nya ternak mereka kepada hujan batu, dan hewan-hewan mereka kepada sambaran halilintar. Dilepaskan-Nya menimpa mereka murka-Nya yang menyala-nyala—kegeraman, kegusaran, dan kesesakan—suatu pasukan malaikat yang membawa malapetaka. Dibuka-Nya jalan bagi murka-Nya; tidak dihindarkan-Nya mereka dari maut, tetapi diserahkan-Nya nyawa mereka kepada penyakit sampar. Dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, yaitu kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham. c c v51 Kemah-kemah Ham: sebuah nama puitis untuk Mesir; Ham adalah anak Nuh dan nenek moyang bangsa Mesir. Tetapi dituntun-Nya umat-Nya sendiri keluar seperti domba dan dipimpin-Nya mereka seperti kawanan di padang gurun. Dibimbing-Nya mereka dengan aman, sehingga mereka tidak gemetar, tetapi laut menutupi musuh-musuh mereka. Dibawa-Nya mereka ke tanah-Nya yang kudus, ke gunung yang diperoleh tangan kanan-Nya. Dihalau-Nya bangsa-bangsa dari depan mereka, dan dibagi-bagikan-Nya kepada mereka tanah pusaka dengan tali pengukur, dan ditempatkan-Nya suku-suku Israel di tempat kediaman mereka.

Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Bapa kita, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya. Mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka; mereka berbalik seperti busur yang menipu. Mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka dan membangkitkan cemburu-Nya dengan patung-patung berhala mereka. d d v58 Bukit-bukit pengorbanan: tempat-tempat pemujaan di puncak bukit di mana Israel menyembah allah-allah asing, yang dilarang menurut hukum Allah. Ketika Bapa kita mendengarnya, sangat murkalah Ia dan menolak Israel sama sekali. Ia meninggalkan Kemah Suci di Silo, kemah tempat Ia diam di antara manusia. Diserahkan-Nya kekuatan-Nya ke dalam tawanan, dan kemuliaan-Nya ke tangan lawan. Diserahkan-Nya umat-Nya kepada pedang dan Ia gemas terhadap milik pusaka-Nya. Api memakan teruna-teruna mereka, dan dara-dara mereka tidak memperoleh nyanyian perkawinan. Imam-imam mereka gugur oleh pedang, dan janda-janda mereka tidak dapat menangis.

Lalu terjagalah Bapa yang Berdaulat seperti orang yang tidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur. Dipukul-Nya mundur para lawan-Nya, dan ditimpakan-Nya kepada mereka aib yang kekal. Ia menolak kemah Yusuf dan tidak memilih suku Efraim, tetapi Ia memilih suku Yehuda, gunung Sion yang dikasihi-Nya. Dibangun-Nya tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya. Dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, dan diambil-Nya dia dari kandang-kandang domba; dari tempat domba-domba yang menyusui dibawa-Nya dia untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik pusaka-Nya. Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya dan memimpin mereka dengan kecakapan tangannya. e e v72 Daud sang raja-gembala menunjuk ke depan kepada Yesus, anak Daud dan gembala yang baik, yang memimpin umat-Nya dengan hati yang setia.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.