Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Ezra 5

Kitab

Membangun Kembali Rumah Bapa Kita

Pasal 5.

Lalu nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido bernubuat kepada orang-orang Yahudi di Yehuda dan Yerusalem, dalam nama Bapa kita, Allah Israel, yang menyertai mereka. Maka bangkitlah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak, lalu mulai membangun kembali rumah Bapa kita di Yerusalem, dan nabi-nabi Bapa kita menyertai serta mendukung mereka.

Pada waktu itu datanglah Tatnai, bupati daerah seberang Sungai Efrat, Syetar-Boznai serta rekan-rekan mereka, dan bertanya, “Siapakah yang memberi kamu izin untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan bangunan ini?” Mereka bertanya juga, “Siapakah nama orang-orang yang mendirikan bangunan ini?” Tetapi mata Bapa mereka mengawasi para tua-tua orang Yahudi, sehingga tidak seorang pun menghentikan mereka sampai perkara itu disampaikan kepada Darius dan jawaban tertulis dikembalikan.

Surat kepada Raja Darius

Salinan surat yang dikirim oleh Tatnai, bupati daerah seberang Sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekan sejawatnya, para punggawa di daerah seberang Sungai Efrat, kepada Raja Darius. Mereka mengirim kepadanya laporan yang berbunyi: Kepada Raja Darius, salam sejahtera sepenuhnya.

Kiranya raja maklum, bahwa kami telah pergi ke propinsi Yehuda, ke rumah Allah yang mahabesar. Rumah itu sedang dibangun dengan batu-batu besar, dan balok-balok kayu dipasang pada dinding-dindingnya. Pekerjaan itu dikerjakan dengan tekun dan maju pesat di tangan mereka. Maka kami bertanya kepada para tua-tua itu, “Siapakah yang memberi kamu izin untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan bangunan ini?” Kami juga menanyakan nama-nama mereka, untuk memberitahukannya kepada tuanku, dengan mencatat nama para pemimpin mereka. Inilah jawaban yang mereka berikan kepada kami, “Kami adalah hamba-hamba Bapa kita, Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumah yang telah didirikan dan diselesaikan bertahun-tahun yang lalu oleh seorang raja besar Israel. Tetapi karena nenek moyang kami membangkitkan murka Bapa kita, Allah semesta langit, maka Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan Nebukadnezar, orang Kasdim, raja Babel, yang merobohkan rumah ini dan mengangkut bangsa itu ke dalam pembuangan di Babel. Tetapi pada tahun pertama zaman Koresh, raja Babel, dikeluarkanlah oleh Raja Koresh titah untuk membangun kembali rumah Bapa kita ini. Bahkan perkakas emas dan perak dari rumah Bapa kita, yang telah diambil Nebukadnezar dari bait suci di Yerusalem dan dibawanya ke dalam kuil di Babel, dikeluarkan pula oleh Raja Koresh dari kuil di Babel, lalu diserahkan kepada seorang yang bernama Sesbazar, yang telah diangkatnya menjadi bupati, dengan berkata kepadanya, ‘Ambillah perkakas ini, pergilah, dan taruhlah di dalam bait suci di Yerusalem, dan biarlah rumah Allah dibangun kembali di tempatnya semula.’ Kemudian datanglah Sesbazar itu dan meletakkan dasar rumah Bapa kita di Yerusalem; dan sejak waktu itu sampai sekarang rumah itu masih dalam pembangunan, belum juga selesai.”

Oleh sebab itu, jikalau dipandang baik oleh raja, baiklah diadakan penyelidikan di dalam perbendaharaan kerajaan di Babel, apakah benar Raja Koresh telah mengeluarkan perintah untuk membangun kembali rumah Allah ini di Yerusalem. Kemudian, hendaklah raja mengirim kepada kami keputusannya mengenai hal ini.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.