Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Nehemia 8

Kitab

Ezra Membacakan Hukum Taurat dengan Nyaring

Pasal 8.

Ketika tibalah bulan yang ketujuh, seluruh rakyat berkumpul sebagai satu di halaman di depan Pintu Gerbang Air, dan mereka meminta Ezra, ahli kitab itu, untuk membawa Kitab Hukum Musa, yang telah diperintahkan Bapa kita bagi orang Israel. Pada hari pertama bulan yang ketujuh, Ezra, imam itu, membawa Hukum Taurat ke hadapan jemaah, yakni laki-laki, perempuan, dan semua orang yang dapat mengerti apa yang mereka dengar. Ia membacakannya, sambil menghadap ke halaman di depan Pintu Gerbang Air, sejak fajar sampai tengah hari, kepada laki-laki, perempuan, dan semua orang yang dapat mengerti. Seluruh rakyat mendengarkan dengan saksama Kitab Hukum itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas sebuah mimbar tinggi dari kayu yang dibuat untuk keperluan itu. Di sampingnya, di sebelah kanannya, berdirilah Matica, Sema, Anaya, Uria, Hilkia, dan Maaseya; dan di sebelah kirinya, Pedaya, Misael, Malkia, Hasum, Hasbadana, Zakharia, dan Mesulam. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh rakyat, sebab ia berdiri lebih tinggi daripada semua orang; dan ketika ia membukanya, berdirilah mereka semua. Lalu Ezra memuji Bapa kita, Allah yang mahabesar, dan seluruh rakyat mengangkat tangan mereka serta menjawab, “Amin! Amin!” Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah Bapa kita dengan muka sampai ke tanah.

Orang-orang Lewi—Yesua, Bani, Serebya, Yamin, Akub, Sabetai, Hodia, Maaseya, Kelita, Azarya, Yozabad, Hanan, dan Pelaya—menjelaskan Hukum Taurat itu kepada rakyat, sementara rakyat tetap berdiri di tempatnya. Mereka membacakan kitab itu, yaitu Hukum Bapa kita, dengan jelas, dan memberi maknanya sehingga rakyat mengerti apa yang dibacakan.

Kemudian Nehemia, sang bupati, dan Ezra, imam serta ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar rakyat, berkata kepada mereka semua, “Hari ini adalah hari kudus bagi Bapamu. Janganlah berkabung atau menangis.” Sebab seluruh rakyat menangis ketika mendengar kata-kata Hukum Taurat itu. Nehemia berkata kepada mereka, “Pergilah, makanlah makanan yang lezat, minumlah sesuatu yang manis, dan kirimkanlah bagian kepada mereka yang tidak menyediakan apa-apa, sebab hari ini adalah hari kudus bagi Bapa kita yang berdaulat. Janganlah bersedih hati; sukacita dari Bapa kita itulah kekuatanmu.”

Orang-orang Lewi menenangkan seluruh rakyat, katanya, “Tenanglah, sebab hari ini adalah hari kudus. Janganlah bersedih hati.”

Maka pergilah seluruh rakyat untuk makan dan minum, membagi-bagikan bagian, dan bersukaria dengan sukacita yang besar, karena mereka telah mengerti kata-kata yang diberitahukan kepada mereka.

Merayakan Hari Raya Pondok Daun

Pada hari yang kedua, berkumpullah para kepala kaum keluarga dari seluruh rakyat, bersama para imam dan orang-orang Lewi, kepada Ezra, ahli kitab itu, untuk mendalami kata-kata Hukum Taurat. Mereka mendapati tertulis dalam Hukum Taurat, yang telah diperintahkan Bapa kita melalui Musa: bahwa orang Israel harus tinggal di dalam pondok-pondok selama perayaan bulan yang ketujuh. Mereka harus mengumumkan dan menyebarkan berita ini ke seluruh kota mereka dan di Yerusalem: “Pergilah ke pegunungan dan ambillah dahan-dahan pohon zaitun, pohon zaitun hutan, pohon murad, pohon palem, dan pohon-pohon rimbun lainnya, untuk membuat pondok-pondok, sebagaimana ada tertulis.”

Maka keluarlah rakyat, membawa dahan-dahan, dan mendirikan pondok-pondok—masing-masing di atas atap rumahnya sendiri, di pelataran-pelataran mereka, di pelataran rumah Bapa kita, dan di halaman-halaman dekat Pintu Gerbang Air dan Pintu Gerbang Efraim. Seluruh jemaah orang-orang yang telah kembali dari pembuangan mendirikan pondok-pondok dan tinggal di dalamnya; orang Israel belum pernah berbuat demikian sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu, dan sukacita mereka sangat besar. Setiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir, Ezra membacakan Kitab Hukum Bapa kita. Mereka merayakan hari raya itu tujuh hari lamanya, dan pada hari yang kedelapan diadakanlah perkumpulan raya, sebagaimana dituntut oleh Hukum Taurat.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.