Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Nehemia 2

Kitab

Tangan Sang Bapa Mengutus Nehemia

Pasal 2.

Pada bulan Nisan, dalam tahun kedua puluh pemerintahan Raja Artahsasta, ketika anggur terhidang di hadapannya, aku mengambil anggur itu dan memberikannya kepada raja—belum pernah sebelumnya aku bersedih di hadapannya. a a v1 Nisan adalah bulan pertama dalam tahun Ibrani, yang jatuh pada awal musim semi (sekitar Maret–April). Raja bertanya kepadaku, “Mengapa mukamu muram, padahal engkau tidak sakit? Ini pasti karena hatimu yang sedih.” Maka aku menjadi sangat takut.

Jawabku kepada raja, “Hiduplah raja untuk selama-lamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota tempat pekuburan nenek moyangku telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?”

Lalu raja bertanya kepadaku, “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Bapa kita yang di sorga, dan berkata kepada raja, “Jika raja menganggapnya baik, dan jika hambamu ini mendapat kemurahan di hadapanmu, utuslah aku ke Yehuda, ke kota tempat pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.”

Lalu bertanyalah raja kepadaku, sementara permaisuri duduk di sampingnya, “Berapa lama perjalananmu akan berlangsung, dan kapan engkau akan kembali?” Raja berkenan mengutus aku, maka aku pun menetapkan suatu waktu baginya.

Kataku pula kepada raja, “Jika raja menganggapnya baik, berikanlah kepadaku surat-surat bagi para bupati di daerah seberang Sungai Efrat, supaya mereka mengizinkan aku lewat sampai aku tiba di Yehuda. Juga sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya ia memberikan kepadaku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang benteng yang termasuk bait suci, untuk tembok kota, dan untuk rumah yang akan kutinggali.” Raja mengabulkan segala permintaanku, karena tangan Bapaku yang murah menyertai aku.

Maka sampailah aku kepada para bupati di daerah seberang Sungai Efrat, dan kuserahkan kepada mereka surat-surat raja. Raja juga telah menyuruh sejumlah panglima tentara dan orang berkuda menyertai aku. Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, pejabat orang Amon, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan bangsa Israel.

Menyusuri Tembok-tembok yang Runtuh pada Malam Hari

Maka tibalah aku di Yerusalem, dan tinggal di sana tiga hari lamanya. Pada malam hari bangunlah aku bersama beberapa orang. Tidak kuberitahukan kepada siapa pun apa yang telah ditaruh Bapaku dalam hatiku untuk kulakukan bagi Yerusalem. Tidak ada hewan yang menyertai aku selain hewan yang kutunggangi. Pada malam itu keluarlah aku melalui Pintu Gerbang Lembah, menuju ke Mata Air Ular Naga, ke Pintu Gerbang Sampah, sambil menyelidiki tembok-tembok Yerusalem yang telah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api. Lalu aku meneruskan perjalanan ke Pintu Gerbang Mata Air dan ke Kolam Raja, tetapi tidak ada tempat bagi hewan tungganganku untuk lewat. Pada malam itu aku naik menyusuri lembah sambil menyelidiki tembok itu. Kemudian aku berbalik, masuk kembali melalui Pintu Gerbang Lembah, lalu pulang. Para penguasa tidak tahu ke mana aku pergi dan apa yang kulakukan, sebab sampai saat itu aku belum memberitahukannya kepada orang-orang Yahudi, baik para imam, para pemuka, para penguasa, maupun orang-orang lain yang akan melakukan pekerjaan itu. Maka berkatalah aku kepada mereka, “Kamu lihat sendiri kesukaran yang kita alami: Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api. Mari, kita membangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi menjadi cela.” Lalu kuceritakan kepada mereka bagaimana tangan Bapaku yang murah menyertai aku, dan juga apa yang telah dikatakan raja kepadaku. Maka berkatalah mereka, “Mari kita bangkit dan membangun!” Lalu mereka menguatkan tangan mereka untuk pekerjaan yang baik itu.

Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, pejabat orang Amon, serta Gesyem, orang Arab, mendengar hal itu, mereka mengolok-olok dan memandang rendah kami, katanya, “Apa yang kamu perbuat ini? Apakah kamu hendak memberontak terhadap raja?”

Aku menjawab mereka, “Bapa kita yang di sorga akan membuat kami berhasil. Kami, hamba-hamba-Nya, akan mulai membangun kembali, tetapi kamu tidak mempunyai bagian, hak, ataupun tuntutan atas Yerusalem.”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.