Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Ayub 8

Kitab

Bildad, Orang Suah, Menjawab

Pasal 8.

Maka berbicaralah Bildad, orang Suah itu, katanya: “Berapa lama lagi engkau akan berbicara demikian? Perkataan mulutmu tidak lain hanyalah angin yang menderu. Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan apa yang benar? Jikalau anak-anakmu berdosa terhadap Dia, maka Ia menyerahkan mereka kepada akibat pemberontakan mereka. Tetapi jikalau engkau dengan sungguh-sungguh mencari Allah dan memohon belas kasihan kepada Yang Mahakuasa, jikalau engkau bersih dan jujur, maka pasti sekarang Ia akan bangkit demi engkau dan memulihkan engkau ke tempat yang selayaknya bagimu. Sekalipun permulaanmu kecil, tahun-tahun kemudianmu akan berkembang tak terhingga. Bertanyalah kepada angkatan-angkatan yang telah lama berlalu, dan perhatikanlah apa yang telah diselidiki oleh nenek moyang mereka. Sebab kita baru lahir kemarin dan tidak tahu apa-apa; hari-hari kita di bumi hanyalah bayang-bayang belaka. Bukankah mereka akan mengajar engkau dan memberitahukannya kepadamu, serta mengucapkan perkataan dari pengertian mereka? Dapatkah pandan tumbuh tinggi di tempat yang tidak berpaya? Dapatkah gelagah berkembang tanpa air? Sementara masih hijau dan belum dipotong, ia layu lebih cepat daripada rumput mana pun. Demikianlah nasib semua orang yang melupakan Allah; begitulah lenyapnya harapan orang fasik. Keyakinannya rapuh, dan kepercayaannya bagaikan sarang laba-laba. Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumah itu tidak berdiri tegak; ia berpegang erat padanya, tetapi rumah itu tidak bertahan. Ia seperti tanaman yang cukup air di bawah sinar matahari, yang menjulurkan tunas-tunasnya ke seluruh taman. Akar-akarnya membelit timbunan batu dan mencari tempat berpegang di antara batu-batu karang. Tetapi apabila ia dicabut dari tempatnya, maka tempat itu menyangkalnya, katanya, ‘Aku tidak pernah melihat engkau.’ Demikianlah sukacita jalan hidupnya—dan dari tanah itu tumbuhlah yang lain menggantikan tempatnya. Allah tidak akan menolak orang yang tidak bercela, dan tidak akan mengulurkan tangan-Nya kepada orang yang berbuat jahat. Ia masih akan memenuhi mulutmu dengan tawa dan bibirmu dengan sorak-sorai. Mereka yang membenci engkau akan berpakaikan malu, dan kemah orang fasik tidak akan ada lagi.”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.