Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Yeremia 41

Kitab

Gedalya Dibunuh di Mizpa

Pasal 41.

Dalam bulan yang ketujuh datanglah Ismael bin Netanya bin Elisama, yang berasal dari keturunan raja dan termasuk pembesar-pembesar raja, bersama sepuluh orang menghadap Gedalya bin Ahikam di Mizpa. Di sana mereka makan bersama-sama di Mizpa. Lalu bangkitlah Ismael bin Netanya beserta kesepuluh orang yang menyertainya, dan mereka membunuh Gedalya bin Ahikam bin Safan dengan pedang; demikianlah dibunuhnya orang yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu. Juga semua orang Yahudi yang ada bersama Gedalya di Mizpa dan orang-orang Kasdim yang terdapat di sana, yakni prajurit-prajurit, dibunuh oleh Ismael.

Pada hari kedua sesudah Gedalya dibunuh, ketika belum ada seorang pun yang mengetahuinya, datanglah delapan puluh orang dari Sikhem, Silo, dan Samaria dengan janggut tercukur, pakaian terkoyak, dan tubuh tergores-gores, sambil membawa korban sajian dan kemenyan untuk dipersembahkan ke rumah Bapa kita. Maka keluarlah Ismael bin Netanya dari Mizpa untuk menyongsong mereka, dan ia berjalan sambil menangis. Ketika berjumpa dengan mereka, berkatalah ia, “Marilah menghadap Gedalya bin Ahikam.” Tetapi ketika mereka sampai ke tengah-tengah kota itu, Ismael bin Netanya bersama orang-orangnya menyembelih mereka dan mencampakkan mereka ke dalam perigi. Namun ada sepuluh orang di antara mereka yang berkata kepada Ismael, “Janganlah bunuh kami, sebab kami mempunyai persediaan gandum, jelai, minyak, dan madu yang tersembunyi di ladang.” Maka diurungkannya, dan tidak dibunuhnya mereka bersama-sama dengan yang lain.

Adapun perigi tempat Ismael mencampakkan segala mayat orang yang telah dibunuhnya itu ialah perigi besar yang telah dibuat oleh raja Asa untuk menghadapi Baesa, raja Israel. Perigi itulah yang dipenuhi oleh Ismael bin Netanya dengan orang-orang yang terbunuh.

Kemudian Ismael menawan seluruh sisa rakyat yang ada di Mizpa, yaitu para putri raja dan segenap rakyat yang tertinggal di Mizpa, yang telah diserahkan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, kepada Gedalya bin Ahikam. Ismael bin Netanya menawan mereka lalu berangkat hendak menyeberang ke daerah bani Amon.

Tetapi ketika Yohanan bin Kareah beserta semua panglima tentara yang ada bersamanya mendengar segala kejahatan yang telah dilakukan oleh Ismael bin Netanya, mereka pun mengerahkan semua orang, lalu pergi memerangi Ismael bin Netanya, dan mendapati dia di dekat kolam besar yang ada di Gibeon. Ketika seluruh rakyat yang ada bersama Ismael melihat Yohanan bin Kareah beserta semua panglima tentara yang menyertainya, bersukacitalah mereka. Maka berpalinglah seluruh rakyat yang telah ditawan Ismael dari Mizpa itu, lalu kembali dan pergi kepada Yohanan bin Kareah. Tetapi Ismael bin Netanya luput dari Yohanan bersama delapan orang, dan pergi kepada bani Amon.

Kemudian Yohanan bin Kareah beserta semua panglima tentara yang ada bersamanya membawa dari Mizpa seluruh sisa rakyat yang telah diselamatkannya dari tangan Ismael bin Netanya, sesudah Ismael membunuh Gedalya bin Ahikam, yaitu para prajurit, kaum perempuan, anak-anak, dan pegawai-pegawai istana, yang dibawanya kembali dari Gibeon. Lalu berangkatlah mereka dan berhenti di Gerut-Kimham yang di dekat Betlehem, dalam perjalanan menuju Mesir, oleh karena mereka takut kepada orang-orang Kasdim, sebab Ismael bin Netanya telah membunuh Gedalya bin Ahikam, yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.