Baca. Terima. Rekomendasikan.

♥ Ulasan

Yesaya 21

Kitab

Penglihatan tentang Padang Gurun di Tepi Laut

Pasal 21.

Ucapan ilahi tentang padang gurun di tepi laut. Seperti puting beliung yang menyapu Tanah Negeb, demikianlah ia datang dari padang gurun, dari negeri yang menakutkan. Suatu penglihatan yang keras telah diperlihatkan kepadaku: si pengkhianat berkhianat, dan si perusak merusak. Majulah, hai Elam! Adakanlah pengepungan, hai Media! Segala keluh kesah yang ditimbulkannya telah Kuhentikan. Sebab itu tubuhku dicekam kesakitan; kepedihan telah menyergap aku, seperti kepedihan perempuan yang melahirkan. Aku terlalu membungkuk untuk mendengar, terlalu ketakutan untuk melihat. Hatiku goyah; kengerian menguasai aku. Senja yang kurindukan telah berubah menjadi kegentaran bagiku. Orang sibuk menyediakan meja, membentangkan permadani, makan, dan minum. Bangkitlah, hai para pembesar! Minyakilah perisai-perisai! a a v5 Meminyaki perisai kulit membuatnya tetap lentur dan siap untuk pertempuran — inilah cara lazim para prajurit zaman kuno bersiap menghadapi perang.

Sebab beginilah firman Bapa yang Berdaulat kepadaku: “Pergilah, tempatkanlah seorang pengawal; biarlah ia melaporkan apa yang dilihatnya. Apabila ia melihat pasukan berkuda, penunggang kuda berpasang-pasangan, penunggang keledai, penunggang unta, biarlah ia mengamat-amati dengan saksama, dengan sangat saksama.”

Lalu berserulah pengawal itu: “Seekor singa! Di atas menara pengawal, ya Bapa yang Berdaulat, aku berdiri terus-menerus sepanjang hari, dan pada tempat pengawalanku aku berjaga-jaga sepanjang malam.” Dan lihatlah—datanglah pasukan berkuda, penunggang kuda berpasang-pasangan! Lalu ia menjawab, “Sudah jatuh, sudah jatuh Babel, dan segala patung pahatan dewa-dewanya remuk berserakan di tanah.” Hai bangsaku yang telah diirik, anak tempat pengirikanku, apa yang telah kudengar dari Bapa segala bala tentara sorga, itulah yang kuberitahukan kepadamu.

Pengawal, Bagaimana dengan Malam?

Ucapan ilahi tentang Duma. Ada yang berseru kepadaku dari Seir: “Pengawal, bagaimana dengan malam? Pengawal, bagaimana dengan malam?” b b v11 Duma berarti “kesunyian” — suatu nama yang tepat untuk ucapan ilahi ini terhadap Edom, negeri Seir. Pengawal itu menjawab, “Pagi akan datang, tetapi juga malam. Jika kamu mau bertanya, bertanyalah; datanglah kembali.”

Firman tentang Arabia

Ucapan ilahi tentang Arabia. Di belukar Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan. Bawalah air kepada orang yang haus; hai kamu yang mendiami tanah Tema, bawalah roti kepada para pengungsi. Sebab mereka melarikan diri dari pedang—dari pedang yang terhunus, dari busur yang terentang, dan dari beratnya pertempuran.

Sebab beginilah firman Bapa yang Berdaulat kepadaku: “Dalam satu tahun lagi, menurut hitungan tahun pekerja upahan, seluruh kemuliaan Kedar akan berakhir. Sisa pemanah, para pahlawan bani Kedar, akan menjadi sedikit, sebab Bapa kita telah berfirman.”

A young man reading the Father's Heart Bible (FHB) print edition in a coffee shop Kini dicetak

Komentar

Sebuah pemikiran, pertanyaan, atau kata yang dibangkitkan pasal ini dalam diri Anda — bagikan di sini. Setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Membaca, mendengarkan, menyalin, dan membagikan terbuka untuk semua — tanpa akun. Berkomentar, menyoroti, dan menyimpan tempat Anda tersedia dengan akun gratis, dan setiap komentar menambahkan nama Anda ke dinding kontributor.

Bergabunglah dengan keluarga — gratis →
  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menambahkan suara Anda.