Dusta Ular Itu
3 1 Ular itu lebih cerdik daripada segala binatang di padang yang telah dijadikan Bapa kita. Ia bertanya kepada perempuan itu, “Benarkah Allah berfirman bahwa kamu tidak boleh makan dari semua pohon di taman ini?” a a v1 Setelah menolak Bapa kita, ular itu menggambarkan Dia kembali sebagai suatu ilah yang jauh dan menahan berkat — dusta mendasar yang menyembunyikan hati Sang Bapa dari anak-anak-Nya.
2 Perempuan itu berkata kepada ular itu, “Kami boleh makan buah dari pohon-pohon di taman ini, 3 tetapi Allah berfirman, ‘Jangan kamu makan buah pohon yang ada di tengah-tengah taman itu, dan jangan menyentuhnya, nanti kamu mati.’”
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu, “Kamu sekali-kali tidak akan mati. 5 Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu makan buah itu, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” b b v5 Ular itu telah berdusta sejak Kejadian 3:1 bahwa Allah adalah suatu ilah yang jauh dan tanpa hubungan — bukan Bapa yang akrab seperti Dia sesungguhnya.
6 Perempuan itu melihat bahwa pohon itu baik untuk dimakan, sedap dipandang mata, dan menarik hati karena memberi kebijaksanaan. Lalu ia mengambil buahnya dan memakannya, dan diberikannya juga kepada suaminya yang ada bersamanya, dan suaminya pun memakannya. 7 Lalu terbukalah mata mereka berdua, dan mereka menyadari bahwa mereka telanjang; maka mereka menyemat daun pohon ara dan membuat penutup bagi diri mereka sendiri.
8 Mereka mendengar bunyi langkah Bapa kita yang berjalan-jalan di taman itu pada waktu angin sejuk hari itu, lalu manusia dan istrinya bersembunyi dari hadapan-Nya di antara pohon-pohon dalam taman.
9 Tetapi Bapa kita memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?”
10 Ia menjawab, “Aku mendengar suara-Mu di taman ini, dan aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
11 Bapa kita berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari pohon yang Kularang engkau makan itu?”
12 Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberikan kepadaku buah dari pohon itu, dan aku pun memakannya.”
13 Kemudian Bapa kita berfirman kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, dan aku pun memakannya.”
14 Lalu Bapa kita berfirman kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang liar; dengan perutmu engkau akan menjalar, dan debu tanah akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, dan antara keturunanmu dan keturunannya; ia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” c c v15 Sejak janji yang pertama sesudah kejatuhan itu, Bapa kita telah menunjuk kepada Yesus — keturunan yang akan meremukkan ular itu dan menyelamatkan anak-anak-Nya.
16 Kepada perempuan itu Ia berfirman, “Aku akan sangat menambah kesusahanmu waktu mengandung; dengan susah payah engkau akan melahirkan anakmu. Engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan berkuasa atasmu.”
17 Dan kepada Adam Ia berfirman, “Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan makan dari pohon yang telah Kuperintahkan kepadamu, firman-Ku, ‘Jangan kaumakan buahnya,’ maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan jerih payah yang menyakitkan engkau akan makan hasilnya seumur hidupmu. 18 Semak duri dan rumput duri akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu. 19 Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab debu engkau ini, dan kepada debu engkau akan kembali.”
20 Manusia itu menamai istrinya Hawa, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. d d v20 Nama Hawa berarti “yang hidup” — dialah ibu semua yang hidup.
21 Bapa kita membuat pakaian dari kulit binatang bagi Adam dan istrinya, lalu mengenakannya kepada mereka. e e v21 Setelah kegagalan mereka, Bapa kita menyediakan bagi anak-anak-Nya suatu penutup yang lebih baik daripada yang mereka buat sendiri — gambaran pertama tentang hati-Nya untuk mengenakan kepada mereka apa yang hanya dapat Ia berikan.
22 Kemudian Bapa kita berfirman, “Sesungguhnya, manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Maka sekarang, jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil juga dari pohon kehidupan itu, lalu memakannya dan hidup untuk selama-lamanya.”
23 Lalu Bapa kita menghalau dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan menempatkan beberapa kerub serta pedang yang menyala-nyala dan berputar-putar di sebelah timur taman Eden, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. f f v24 Kerub di dalam Kitab Suci bukanlah sosok bayi bersayap dalam seni Renaisans, melainkan penjaga-penjaga surgawi yang perkasa, yang ditugaskan Bapa kita untuk melindungi jalan kudus kembali kepada kehidupan.