Kini dicetak

2 Tawarikh 5 FHB Alkitab Hati Bapa™

Diskon 15% untuk pesanan pertama →
Kitab

Tabut Masuk ke Rumah Sang Bapa

Tabut diusung ke dalam rumah yang telah selesai dan ditempatkan di bawah sayap kerub. Ketika para peniup nafiri dan para penyanyi memperdengarkan satu suara — Bapa kita itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya — awan memenuhi rumah itu, dan para imam tidak sanggup berdiri untuk melayani di dalamnya.

Pasal 5.

Salomo menyelesaikan segala pekerjaan untuk rumah Bapa kita. Kemudian ia membawa masuk barang-barang kudus persembahan Daud, ayahnya—perak, emas, dan segala perkakas—lalu menaruhnya di perbendaharaan rumah Bapa kita.

Kemudian Salomo mengumpulkan para tua-tua Israel, semua kepala suku, dan para pemimpin puak Israel di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Bapa kita dari kota Daud, yang disebut juga Sion. Maka berkumpullah semua orang Israel di hadapan raja pada hari raya di bulan ketujuh. a a v3 Hari raya di bulan ketujuh adalah Hari Raya Pondok Daun, perayaan panen musim gugur yang besar bagi Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, orang-orang Lewi mengangkat tabut itu. Para imam dan orang Lewi mengangkut tabut itu, Kemah Pertemuan, dan segala perkakas kudus yang ada di dalamnya. Raja Salomo dan segenap jemaah Israel yang telah berkumpul di hadapannya berdiri di depan tabut itu, sambil mempersembahkan domba dan lembu yang tak terhitung dan tak terbilang banyaknya. Para imam membawa tabut perjanjian Bapa kita ke tempatnya, ke ruang belakang rumah itu, ke tempat maha kudus, di bawah sayap kerub. Sebab kerub-kerub itu mengembangkan sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga menaungi tabut dan kayu-kayu pengusungnya dari atas. Kayu-kayu pengusung itu demikian panjang, sehingga ujungnya kelihatan dari tabut di depan ruang belakang, tetapi tidak kelihatan dari luar; kayu-kayu itu masih ada di sana sampai hari ini. Di dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain kedua loh batu yang ditaruh Musa di sana di Horeb, ketika Bapa kita mengikat perjanjian dengan orang Israel pada waktu mereka keluar dari Mesir.

Kemudian para imam keluar dari tempat kudus itu. (Semua imam yang hadir telah menguduskan diri, tanpa memandang pembagian rombongan mereka, b b v11 Para imam melayani dalam kelompok tugas yang bergilir yang disebut rombongan, masing-masing mendapat giliran satu minggu tertentu dalam kalender bait suci. dan semua penyanyi orang Lewi—Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan sanak saudara mereka—berdiri di sebelah timur mezbah dengan berpakaian lenan halus, sambil memainkan ceracap, gambus, dan kecapi, bersama 120 imam yang meniup nafiri.). Para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memuji dan menaikkan syukur kepada Bapa kita dengan satu suara—mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap, dan alat-alat musik, sambil memuji Dia: “Sebab Ia baik; kasih setia perjanjian-Nya untuk selama-lamanya.” Lalu awan memenuhi rumah Bapa kita, sehingga para imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan Bapa kita memenuhi rumah Bapa kita.